Cianjur, - Terhitung tanggal 2 Mei 2023 besok, Pemkab Cianjur akan menutup Taman Alun - alun Cianjur sementara dengan batas waktu yang belum ditentukan.
Dalam selebaran yang beredar penutupan Taman Alun - alun tersebut dilakukan dalam rangka pemeliharaan setelah dibukanya untuk umum selama beberapa pekan terakhir selama bulan Ramadan 1444. H kemarin.
Adapun alasan kenapa dilakukan penutupan Taman Alun - alun tersebut dikarenakan terdapat beberapa bagian fasilitas yang rusak dan banyaknya sampah kemasan makanan yang berserakan dimana - mana.
Maka atas terjadinya hal itu, jelas Pemkab Cianjur melakukan penutupan dengan alasan pemeliharaan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Sabtu 29 April 2023, Bupati Cianjur Herman Suherman beserta beberapa OPD terkait, melakukan sidak ke parkiran luar utara dan selatan yang dimana di lokasi tersebut terdapat wahana permainan anak - anak (Tempat sewa mainan mobil aki, sepeda dan scooter listrik)
Dalam sidak tersebut, Bupati Cianjur seolah - olah menyalahkan dan tidak mengijinkan para pelaku UMKM jasa rental mainan anak untuk melanjutkan usahanya tersebut.
Saat ditemui wartawan salah seorang pengusaha rental mainan anak tersebut menyampaikan, dirinya bersama pengusaha rental mainan anak sudah berjalan 4 tahun tapi kenapa baru kali ini di sidak dan tidak diijinkan beroperasi mencari rezeki.
"Permainan motor yang menggunakan bensin untuk anak, itu cukup aman karena kami juga menyediakan helm dan protektor. Kemudian kami juga menanyakan dulu kepada orangtuanya sudah bisa atau belum maka dari itu harus didampingi, " kata Erlin Marlina pengusaha jasa sewa mainan anak.
Ia melanjutkan, terkait penutupan Alun - alun sementara memang tidak jadi masalah karena alasannya jelas akan dilakukan perbaikan dan itu sudah aturan dari pemerintah.
"Nah, yang jadi masalah buat kami, kenapa permainan seperti ini kebisingannya baru ditanyakan sekarang dan tidak diijinkan beroperasi diluar. Sementara kami sudah berjalan 4 tahun disini, " terangnya.
Kemudian, sambung Erlin, soal adanya bata yang rusak dan sempat ada selentingan kalau dibiarkan seperti ini akan terjadi kerusakan patal. Padahal kan bata yang rusak itu bukan oleh permainan motor, jelas - jelas selama 4 tahun berjalan tidak ada bata yang rusak.
"Setahu kami, kerusakan bata itu terjadi saat gempa dan keluar masuknya mobil dinas kemarin. Sebetulnya kami juga sudah menawarkan bantuan seperti semen dan pasir kemudian untuk penerangan meskipun tidak seberapa padahal niat kami hanya ingin membantu CSM untuk memperbaikinya," ungkapnya.
Disinggung terkait tidak diizinkannya beroperasi sewa permainan motor anak, ia menyampaikan berdasarkan hasil pembahasan memang masih diijinkan tapi didalam Alun - alun dan hanya 5 unit dengan diberi jalur berlawan kereta api mainan disamping RS Bhayangkara.
"Jadi kalau dipaksakan dengan jalur kereta api mainan yang berlawanan itu akan membahayakan anak. Maka, menurut saya ini harus tetap diluar karena didalam juga sudah ada banyak permainan - permainan yang lain," ujarnya.
Sementara itu Adi pengelola CSM, membenarkan bahwa kerusakan di depan Alun - alun itu di karenakan oleh mobil dinas sewaktu bencana gempa kemarin.
"Kerusakan bata itu terjadi saat gempa oleh mobil dinas bukan dari adanya penyewaan permainan anak, " ujarnya.

