Cianjur – Duka menyelimuti dua keluarga sekaligus setelah operasi pencarian dua korban hanyut di Sungai Ciguntur dan Sungai Cikundul, Kabupaten Cianjur, resmi dihentikan. Pasangan suami istri yang menjadi korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, mengakhiri harapan keluarga yang masih menanti keajaiban. Tim gabungan menutup operasi pada Senin (30/03/2026) usai jenazah keduanya berhasil dievakuasi.
Pencarian yang berlangsung sejak awal pekan ini diwarnai dengan perjuangan ekstra berat. Kepala Basarnas Bandung, Andika, mengungkapkan bahwa alam seolah belum berpihak pada tim yang berusaha memulangkan korban lebih cepat.
"Saat apel pagi, kami mendapatkan informasi dari Kasat Lantas bahwa ada penemuan jenazah di Desa Kamurang, Cikalongkulon. Kami langsung memfokuskan seluruh kekuatan di titik itu," ujar Andika.
Evakuasi kemudian dipimpin langsung oleh Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi bersama Danki Brimob. Tim Inavis diterjunkan untuk identifikasi sebelum jenazah dibawa ke RSUD Sayang Cianjur.
Dari dua korban yang merupakan pasangan suami istri, satu ditemukan pada Minggu malam di wilayah Majalaya, sementara satu lagi baru ditemukan Senin pagi di Cikalongkulon—dengan jarak tempuh dari lokasi kejadian yang sangat jauh.
"Korban dengan inisial T ditemukan sekitar 20 kilometer dari lokasi awal, sedangkan korban S.F terbawa arus lebih jauh lagi, hingga 30–35 kilometer," jelas Andika.
Perjalanan pencarian ini bukan tanpa rintangan. Andika membeberkan kondisi lapangan yang ekstrem menjadi momok utama bagi tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polres Cianjur, Brimob, Damkar, BPBD, hingga PMI.
"Debit air sangat tinggi karena hujan deras yang terus mengguyur. Selain itu, ada penumpukan sampah yang parah di aliran Sungai Ciguntur dan Cikundul. Area sungai yang berbatu juga menyulitkan pergerakan tim," ungkapnya.
Meski fisik terkuras dan medan berat, semangat tim pencarian disebutnya tak pernah surut. Namun, setelah memastikan tak ada korban lain yang tertinggal, Kapolres Cianjur secara resmi menutup operasi di Desa Kamurang.
Kedua jenazah yang telah diidentifikasi dengan inisial T dan S.F itu kini telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Pihak kepolisian masih mendalami data lengkap kejadian sekaligus mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap tingginya curah hujan dan potensi aliran sungai yang membawa material berbahaya.(Ramdhani)