Iklan

Iklan

Bekali Warga Binaan Keterampilan Usaha, Lapas Indramayu Kembangkan Budidaya Jamur Tiram

klikindonesia
6 Jul 2026, 18:01 WIB Last Updated 2026-07-06T11:01:47Z
Netsembilan.com Indramayu-
Lapas Kelas IIB Indramayu melalui Sub Seksi Kegiatan Kerja terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pelatihan budidaya jamur tiram sebagai bekal keterampilan usaha yang produktif, aplikatif, dan bernilai ekonomis. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (06/07/2026).

Dalam kegiatan ini, Warga Binaan mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar budidaya jamur tiram, mulai dari pengenalan media tanam, teknik perawatan, hingga tata cara pemanenan. Melalui pembinaan tersebut, Warga Binaan diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung proses budidaya jamur tiram secara baik dan benar.

Salah satu media tanam yang digunakan dalam budidaya jamur tiram adalah baglog, yaitu media yang terbuat dari campuran serbuk gergaji, bekatul, dan kapur. Baglog tersebut kemudian ditempatkan di dalam kumbung dengan penataan sesuai standar budidaya agar pertumbuhan jamur berlangsung optimal dan menghasilkan panen yang berkualitas.

Selain penempatan baglog, Warga Binaan juga memperoleh pembinaan mengenai teknik perawatan jamur tiram, meliputi pengaturan suhu dan kelembapan kumbung, penyiraman, sanitasi lingkungan, pencegahan hama dan penyakit, hingga teknik pemanenan yang tepat.

Kegiatan penempatan baglog dan pembinaan budidaya jamur tiram tersebut dipantau langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan di lingkungan Lapas.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, mengatakan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan karena memberikan bekal nyata yang dapat dimanfaatkan Warga Binaan setelah selesai menjalani masa pidana.

"Melalui kegiatan budidaya jamur tiram ini, kami berharap Warga Binaan tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan positif, tetapi juga memperoleh keterampilan produktif yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat," ujar Berthoni.

Menurutnya, budidaya jamur tiram dipilih karena relatif mudah dipelajari, memiliki peluang usaha yang menjanjikan, serta dapat dijalankan dengan modal yang terjangkau.

"Kami ingin setiap Warga Binaan memiliki keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri. Harapannya, setelah bebas nanti mereka memiliki peluang untuk membuka usaha sendiri, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup sekaligus mengurangi risiko mengulangi tindak pidana," tambahnya.

Berthoni menegaskan bahwa Lapas Indramayu akan terus mengembangkan berbagai program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi dan kemandirian Warga Binaan.

"Pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan kepribadian, tetapi juga pembinaan kemandirian melalui pelatihan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi. Ini merupakan wujud komitmen kami dalam mempersiapkan Warga Binaan agar siap kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif," tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Indramayu berharap Warga Binaan memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis dalam budidaya jamur tiram, sehingga mampu menumbuhkan semangat produktif, meningkatkan kemandirian, serta membuka peluang usaha yang bermanfaat setelah kembali ke tengah masyarakat. (Ari)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bekali Warga Binaan Keterampilan Usaha, Lapas Indramayu Kembangkan Budidaya Jamur Tiram

Terkini

Iklan