CIANJUR — Polemik seleksi calon pimpinan BAZNAS Kabupaten Cianjur periode 2026–2031 kini memasuki babak baru. Tak lagi sekadar protes, sejumlah peserta memilih jalur hukum dan unjuk rasa menyusul ketidakjelasan mekanisme penilaian Computer Assisted Test (CAT) yang dinilai tidak lazim dibanding daerah lain di Jawa Barat.
Andi Syarif Hidayatulloh, salah satu peserta seleksi, menyatakan pihaknya telah mematangkan langkah menggugat Panitia Seleksi ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) serta berencana menyuarakan aspirasi di muka umum. "Kami mempertimbangkan langkah hukum dan akan menyampaikan pendapat di depan umum," ujarnya melalui unggahan yang viral di grup Facebook Rumah Bersama Urang Cianjur (RBUCK), Rabu (13/5/2026).
Yang menjadi titik krusial bukan sekadar soal keterbukaan, melainkan tidak adanya rincian skor CAT yang diumumkan kepada peserta. Seorang sumber yang enggan disebut identitasnya membandingkan praktik di Cianjur dengan kabupaten/kota lain di Jawa Barat. "Di tempat lain, nilai CAT diumumkan transparan sehingga peserta tahu posisi mereka. Di Cianjur, skor CAT langsung digabung dengan nilai makalah tanpa rincian. Ini gelap," jelasnya.
Kondisi ini, menurut sejumlah pengamat, membuka celah manipulasi penentuan peserta yang lolos ke tahap wawancara. Apalagi, dalam tahapan administrasi, tim seleksi juga dituding pilih kasih dalam memberi informasi pelengkapan dokumen. Beberapa peserta mengaku mendapat info susulan, sementara lainnya tidak.
"Diskriminasi informasi ini mencederai integritas seleksi. Jika tidak dikoreksi, gugatan PTUN sangat mungkin dikabulkan karena menyangkut asas kepastian dan keadilan hukum," kata pakar hukum administrasi negara dari Universitas Cianjur (simulasi).
Hingga berita ini diturunkan, Tim Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Cianjur dan Pemerintah Kabupaten Cianjur belum memberikan tanggapan resmi. Media terus berupaya melakukan konfirmasi, namun hingga kini hasilnya masih nihil. Para peserta berharap adanya reformasi sistem CAT yang seragam dan transparan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.(DNY)