Iklan

Iklan

Kawal Sidang Pembantaian Keluarga H. Sahroni, Forum Solidaritas Indramayu Desak Pelaku Dihukum Mati

klikindonesia
4 Mei 2026, 14:20 WIB Last Updated 2026-05-04T07:21:07Z
Netsembilan.com Indramayu – Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Solidaritas Indramayu (FSI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Indramayu, Senin pagi. Aksi ini dilakukan untuk mengawal jalannya persidangan kasus pembunuhan sadis satu keluarga di Kelurahan Paoman yang menewaskan lima orang sekaligus pada September 2025 lalu.


​Dalam orasinya, Koordinator Umum FSI, Bambang Sugiyono, menegaskan bahwa masyarakat Indramayu menuntut keadilan sejati bagi keluarga almarhum H. Sahroni. FSI secara tegas meminta majelis hakim untuk menjatuhkan vonis maksimal kepada para terdakwa. Depan Pengadilan Negeri Indramayu Senin 4Mei 2026.

​"Satu generasi telah dihilangkan nyawanya secara keji. Kami meminta agar pelaku, setelah terbukti bersalah di persidangan, dihukum mati," ujar Bambang di sela-sela aksi.
​Tolak "Drama" dan Narasi Fiktif
​Selain menuntut hukuman berat, FSI menyoroti banyaknya opini dan framing di media sosial yang dianggap memutarbalikkan fakta. Bambang menyayangkan adanya upaya dramatisasi dari pihak kuasa hukum terdakwa maupun opini liar yang beredar di luar ruang sidang yang cenderung membela pelaku kejahatan.

​"Jangan jadikan pengadilan tempat bermain drama. Jika pengacara merasa ada keraguan atau keterlibatan pihak lain, buktikan di dalam ruang sidang dengan fakta, bukan membangun narasi fiktif di media sosial yang bisa memecah belah keyakinan masyarakat," tegasnya.

​Desak Transparansi Melalui Live Streaming ​Sebagai bentuk pengawasan publik, FSI telah melakukan audiensi dengan pihak Pengadilan Negeri Indramayu. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah permintaan agar setiap agenda persidangan dapat diakses melalui siaran langsung (live streaming).

​"Kami menuntut transparansi. Kami meminta agar sidang disiarkan secara live agar seluruh masyarakat bisa menyaksikan fakta-fakta yang terungkap di persidangan secara terang benderang," tambah Bambang.
​Tragedi Kemanusiaan yang Menyayat Hati ​Kasus yang menimpa keluarga H. Sahroni (70-76) menjadi luka mendalam bagi warga Indramayu. Pembunuhan tersebut tidak hanya menyasar orang dewasa (Budi Awaludin dan Euis Juwitasari), tetapi juga anak-anak di bawah umur, termasuk cucu korban bernama Ratu (7-8) dan seorang bayi berusia 8 bulan yang tewas secara tragis.

​FSI menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga putusan dijatuhkan, guna memastikan tidak ada intervensi kepentingan pribadi dalam proses hukum dan agar keadilan bagi para korban dapat ditegakkan seadil-adilnya.  (Ari)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kawal Sidang Pembantaian Keluarga H. Sahroni, Forum Solidaritas Indramayu Desak Pelaku Dihukum Mati

Terkini

Iklan