Netsembilan.com Indramayu - Upaya pencegahan perkawinan anak terus diperkuat melalui pendekatan edukatif dan peningkatan kapasitas generasi muda. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Indramayu melalui Program Inklusi menggelar kegiatan Kelas Inspiratif dan Pertemuan Rutin Forum Anak di Aula Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Indramayu, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini mengusung tema pengenalan dunia kerja dan motivasi peningkatan keterampilan anak sebagai langkah strategis dalam mencegah dan menangani kasus perkawinan anak di daerah.
Ketua Lakpesdam PCNU Indramayu, Ali Ma’nawi, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini menyasar anak-anak di bawah usia 19 tahun agar memiliki orientasi masa depan yang lebih jelas melalui pengembangan skill.
“Pencegahannya agar anak lebih fokus pada peningkatan skill untuk menghadapi masa depan. Sementara untuk penanganan korban perkawinan anak, kami dorong agar tetap mau mengikuti pelatihan kerja sebagai bekal ekonomi, sehingga dapat meminimalisir kemiskinan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Disnaker Indramayu yang diwakili oleh Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (Pentaker), Asep Kurniawan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia sejak usia dini, khususnya bagi anak yang akan memasuki dunia kerja.
Pihaknya juga menyatakan komitmen untuk menjalin kerja sama dengan Lakpesdam PCNU Indramayu, terutama dalam penanganan korban perkawinan anak melalui program pelatihan kerja berbasis keterampilan.
“Kami siap berkolaborasi dalam memberikan akses pelatihan kerja agar anak-anak memiliki kemampuan yang dapat menunjang kemandirian ekonomi,” katanya.
Kegiatan ini diikuti sekitar 40 peserta yang merupakan anak-anak di bawah usia 19 tahun, berasal dari Forum Anak desa Terusan, Panyindangan Kulon, Lamarantarung, dan Panyingkiran Lor.
Hadir sebagai narasumber, Ketua Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker Indramayu, Sukirman, SE, serta seorang young entrepreneur, Ahmad Tulus Azmi.
Keduanya memberikan materi terkait motivasi kerja, pentingnya peningkatan keterampilan, serta gambaran dunia kerja yang relevan dengan kebutuhan saat ini.
"Usia di bawah 19 tahun, sangat penting mengikuti banyak pelatihan-pelatihan, agar kelak saat cari kerja sudah punya skill," jelas Sukirman.
Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang tidak hanya bersifat pemaparan materi, tetapi juga interaktif.
Acara ditutup dengan diskusi kelompok, di mana peserta merumuskan rencana tindak lanjut kegiatan Forum Anak di desa masing-masing sebagai bentuk implementasi nyata dari materi yang telah diterima.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak di Kabupaten Indramayu semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi diri, memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja, serta terhindar dari praktik perkawinan anak. (Ari)