Iklan

Iklan

Bukan Sekadar Kebaya dan Lomba Karaoke: IKWI Cianjur Tegaskan "Tolak Poligami" sebagai Wajah Baru Semangat Kartini

klikindonesia
22 Apr 2026, 12:18 WIB Last Updated 2026-04-22T05:18:29Z
Cianjur – Peringatan Hari Kartini ke-148 di Kabupaten Cianjur tahun ini memiliki wajah berbeda. Di balik kebaya, pangsi hitam, dan lomba karaoke bertajuk "Habis Gelap Terbitlah Terang", Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Cianjur justru melontarkan sikap tegas: menolak poligami.

Pernyataan ini mengemuka dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di Sekretariat PWI Cianjur, Rabu (22/4/2026), sekaligus menjadi bagian dari perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Dalam sambutannya, Penasehat IKWI sekaligus Bendahara PWI Cianjur, Umi Rini, secara terbuka menyuarakan penolakan terhadap praktik poligami. Menurutnya, semangat Kartini adalah tentang kesetaraan, kemandirian, dan martabat perempuan—bukan tentang penerimaan buta terhadap tradisi yang merendahkan posisi perempuan.

"Perjuangan Kartini bukan untuk menjadikan perempuan istri kedua atau ketiga. Tapi untuk membuat perempuan berdiri sejajar, berpendidikan, dan berdaya. Maka, IKWI Cianjur dengan tegas menolak poligami sebagai bentuk keberpihakan pada nilai-nilai Kartini," ujar Umi Rini kepada wartawan.

Penolakan ini menjadi momen penting, mengingat acara yang juga diisi dengan jalan santai dan lomba karaoke tersebut tidak hanya seremonial, tapi sarat dengan pernyataan sikap.

Umi Rini juga mengungkapkan bahwa IKWI dan PWI akan segera merealisasikan program sosial berupa isbat nikah sebagai bentuk kepedulian terhadap perempuan yang belum memiliki kepastian hukum.

"Kebersamaan kami (IKWI dan PWI) harus lahir dalam aksi nyata. Termasuk isbat nikah yang kami rencanakan. Ini bukan hanya soal administrasi, tapi soal melindungi hak-hak perempuan dan anak," jelasnya.

Selain itu, Umi Rini berharap IKWI mampu mencetak kader-kader perempuan penerus yang tidak hanya jago menulis, tetapi juga berani bersuara.

"Kami butuh regenerasi. Perempuan wartawan masa depan harus lebih berani, lebih kritis, dan tetap elegan seperti Kartini," tutupnya.

Ketua IKWI Kabupaten Cianjur, Astuti yang akrab disapa Bunda Titi, menambahkan bahwa peringatan tahun ini harus menjadi refleksi kolektif, bukan sekadar nostalgia.

"Kartini bukan patung. Semangatnya hidup dalam setiap aksi perempuan yang berani berkarya, berorganisasi, dan menolak ketidakadilan. Kegiatan kami—dari jalan santai hingga karaoke—adalah medium. Isinya adalah pemberdayaan dan penolakan terhadap segala bentuk subordinasi, termasuk poligami yang kerap dilegalkan secara kultural," tegas Bunda Titi.

Ia juga mengapresiasi seluruh anggota yang hadir dengan pakaian adat sebagai simbol bahwa budaya tidak boleh dipisahkan dari perjuangan kesetaraan.

Ketua PWI Kabupaten Cianjur, Mohammad Ikhsan, sependapat bahwa momentum Hari Kartini tidak boleh usai hanya dengan upacara.

"Perempuan hari ini, terutama wartawan, harus menjadi contoh: berani menyuarakan kebenaran, berani mengatakan 'tidak' pada praktik yang merendahkan martabat, dan berani menunjukkan karya. Semangat Kartini tidak boleh padam, apalagi sekadar jadi seremonial tahunan," tegas Ikhsan.

Ia juga mengapresiasi langkah IKWI yang berani mengangkat isu penolakan poligami sebagai bagian dari perjuangan emansipasi modern.

· Upacara Hari Kartini – khidmat dan penuh warna kebaya serta pangsi hitam.
· Jalan santai – diikuti puluhan anggota dan keluarga besar PWI.
· Lomba karaoke – dengan lagu-lagu perjuangan dan tema "Habis Gelap Terbitlah Terang".
· Pernyataan Sikap – IKWI menolak poligami sebagai bentuk komitmen pada kesetaraan gender.

Peringatan Hari Kartini di Cianjur tahun ini bukan sekadar nostalgia atau pesta kostum. Lebih dari itu, IKWI dan PWI Cianjur telah mengubah momentum tersebut menjadi panggung pernyataan politik kebudayaan: menolak poligami, menguatkan peran perempuan, dan menghidupkan Kartini dalam karya serta keberanian nyata.(DNY)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bukan Sekadar Kebaya dan Lomba Karaoke: IKWI Cianjur Tegaskan "Tolak Poligami" sebagai Wajah Baru Semangat Kartini

Terkini

Iklan