NETSEMBILAN.COM | CIANJUR - Jembatan Datar Bolang dengan panjang 24 meter dan lebar 3 meter yang diberlokasi di Kampung Datar Bolang RT.01. RW 08 Desa Gelarpawitan hancur tergerak banjir bandang sungai Cimaragang. Jembatan tersebut merupakan urat nadi penghubung antara Desa Gelarpawitan dengan Desa Neglasari Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur.
"Hujan turun sangat deras pukul 11 siang dan menyebabkan air sungai Cimarang meluap, banjir besar. Jembatan rubuh dan hanyut pukul 13.00 lebih," ujar Kepala Desa Gelarpawitan, Hari Kiswato kepada netsembilan.com. Kamis (23/12/2021)
Heri menjelaskan, jembatan tersebut dibangun atas prakarsa swadaya masyarakat yang dibantu pihak Desa Gelarpawitan pada Bulan September 2021 lalu. Melalui fasilitas jembatan bambu inilah kebutuhan pelayanan kesehatan menuju Puskesmas Cibuluh dan akses perekonomian warganya digantungkan.
"Sekarang jembatan darurat ini sudah hancur tak tersisa. Otomatis warga Desa Gelarpawitan akan sangat kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, " keluhnya.
Hari berharap agar ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Cianjur untuk segera membangun jembatan yang lebih kokoh dan permanen. Bila tidak segera dibangun jembatan, maka warga Desa Gelarpawitan akan semakin terisolir dari dunia luar.
"Kami sangat membutuhkan bantuan semua pihak. Terutama para pemimpin masyarakat yang menjadi pejabat negara agar peduli terhadap kami warga masyarakat yang hidup di desa terpencil ini," tutupnya. (Ruslan Ependi)
