Netsembilan.com Indramayu –Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) resmi menggelar rangkaian acara peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54
Gerakan Pangan Murah (GPM) menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah masyarakat. Salah satu langkah nyata yang dihadirkan adalah gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung meriah di Selasa (14/7). Berpusat di UPTD Balai Perlindungan & Perbenihan Hortikultura DKPP, Desa Kebulen, Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu.
Hadir sebagai pilar utama penyedia pangan, Perum Bulog Cabang Indramayu turut ambil bagian dalam menyukseskan acara ini. Kehadiran Bulog merupakan komitmen nyata dalam merespons masyarakat Indramayu yang menginisiasi pasar murah tersebut.
Komoditas Berkualitas dengan Harga Terjangkau Untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi dengan harga di bawah pasar, Bulog Cabang Indramayu menggelontorkan berbagai komoditas pangan berkualitas. Dipimpin oleh Pemimpin Cabang (Pinca) Perum Bulog Indramayu, Apip wijaya menyampaikan rincian pasokan komoditas yang dibawa ke lokasi
Beras SPHP: 1 Ton (Harga: Rp58.000 per kemasan)
Beras Premium Setra Ramos: 1 Kuintal (Harga: Rp74.500 per kemasan)
Gula Pasir (Rose Brand): 280 Kg (Harga: Rp17.000 /kg)
Minyak Goreng (Sovia): 25 Dus (Harga: Rp19.000 /liter)
Terigu Tulip: 1 Kuintal (Harga: Rp9.500 /kg).
"Kehadiran kami di Gerakan Pangan Murah ini adalah komitmen Bulog untuk selalu berada di garda terdepan dalam menjaga aksesibilitas pangan masyarakat, sekaligus memastikan harga pangan tetap stabil dan terjangkau, khususnya dalam momen peringatan Hari Krida Pertanian ini," ujar Apip Wijaya.
Tantangan Gudang di Tengah Melimpahnya Serapan Gabah Indramayu Di sela-sela kegiatan, Bupati Indramayu sempat berdialog langsung dengan pihak Bulog guna menanyakan dukungan apa saja yang bisa diberikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menyokong kelancaran operasional kerja Bulog ke depan.
Merespons hal tersebut, Apip Wijaya memaparkan sebuah fakta membanggakan sekaligus tantangan yang dihadapi Bulog Indramayu saat ini. Wilayah Indramayu tercatat sebagai salah satu daerah dengan pengadaan dan penyerapan beras/gabah terbesar di Kabupaten Indramayu. Namun, prestasi besar ini menemui kendala pada aspek infrastruktur penyimpanan.
"Kapasitas gudang-gudang penyimpanan di Indramayu saat ini relatif kecil, sehingga kami menghadapi keterbatasan ruang simpan (gudang) untuk menampung potensi serapan gabah petani yang sangat melimpah," jelas Apip Wijaya di hadapan Bupati.
Solusi Bupati: Peluang Investasi Sewa Gudang untuk Serap Gabah Petani
Mendengar kendala tersebut, Bupati Indramayu langsung memberikan solusi strategis yang solutif. Beliau menyarankan agar peluang ini dapat ditangkap sebagai wacana usaha baru bagi para pelaku usaha atau investor lokal yang berminat membangun gudang pangan.
Nantinya, gudang-gudang yang dibangun oleh pihak swasta atau mitra lokal tersebut dapat disewa oleh Bulog. Skema ini dinilai saling menguntungkan (win-win solution) para pengusaha mendapatkan peluang bisnis sewa yang pasti, sementara Bulog memiliki kapasitas ekstra untuk terus menyerap gabah hasil panen petani Indramayu secara maksimal tanpa khawatir keterbatasan tempat.
Harapan Sinergi di Masa Depan
Menutup momentum hangat di Hari Krida Pertanian ke-54 ini, Apip Wijaya mengungkapkan harapan besar Bulog ke depan demi kedaulatan pangan di Bumi Wiralodra.
"Kami sangat berharap kolaborasi yang sudah terjalin baik antara Pemda Indramayu, dinas-dinas terkait, dan Bulog dapat terus ditingkatkan. Sinergi yang kuat adalah kunci utama untuk menjaga kesejahteraan petani sekaligus memastikan ketahanan pangan masyarakat Indramayu tetap kokoh," pungkasnya. (Ari)