Iklan

Iklan

DPRD Purwakarta Gelar Sidang Paripurna Hari Jadi Purwakarta, Momentum Meneguhkan Sinergi Membangun Purwakarta Istimewa

klikindonesia
20 Jul 2026, 23:41 WIB Last Updated 2026-07-21T06:06:28Z
Purwakarta –Net9. com.  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Kabupaten Purwakarta secara resmi menggelar Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadin Kota Purwakarta ke-195 dan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58. 

Sidang yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum bersejarah untuk mengenang perjalanan panjang Purwakarta sekaligus memperkuat tekad bersama dalam menatap masa depan daerah yang lebih maju, berbudaya, dan sejahtera.

Paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta, Sri Puji Utami, dihadiri sejumlah tokoh penting dari tingkat nasional, provinsi hingga daerah. Tampak hadir Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, anggota DPR RI, Bupati Purwakarta Om Zein beserta Wakil Bupati, para mantan bupati dan wakil bupati Purwakarta, para bupati dan wali kota se-Jawa Barat, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat, budayawan, erta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Kehadiran para pemimpin lintas generasi tersebut menjadi simbol kuat bahwa pembangunan Purwakarta merupakan hasil estafet kepemimpinan yang harus terus dijaga dan disempurnakan.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Purwakarta Sri Puji Utami menegaskan bahwa tema peringatan tahun ini, "Ajeg Budaya, Purwakarta Istimewa", bukan sekadar slogan seremonial.

Menurutnya, tema tersebut mengandung makna filosofis yang sangat mendalam. "Ajeg Budaya" berarti komitmen menjaga, melestarikan, dan menjadikan nilai-nilai budaya sebagai fondasi dalam setiap proses pembangunan. Sementara "Purwakarta Istimewa" merupakan cita-cita bersama untuk menghadirkan daerah yang maju secara ekonomi, modern dalam tata kelola pemerintahan, namun tetap berpijak pada jati diri, adat istiadat, serta kearifan lokal masyarakat Sunda.

Dengan kata lain, kemajuan tidak boleh menghilangkan identitas. Modernisasi harus berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya sehingga Purwakarta tetap memiliki karakter yang membedakannya dari daerah lain.

Salah satu momen yang paling menyentuh dalam sidang paripurna tersebut datang dari sambutan Bupati Purwakarta, Om Zein.

Di hadapan seluruh tamu undangan, Om Zein menyampaikan pesan yang sarat makna.

"Moal aya ayeuna lamun euweuh baheula," ujarnya.

Kalimat dalam bahasa Sunda itu berarti, "Tidak akan ada hari ini apabila tidak ada masa sebelumnya."

Ucapan tersebut bukan sekadar ungkapan, melainkan bentuk penghormatan kepada seluruh pemimpin terdahulu yang telah membangun pondasi Purwakarta.

Om Zein secara terbuka menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh mantan bupati, mantan wakil bupati, para sesepuh, serta seluruh tokoh yang telah mengabdikan diri bagi kemajuan Purwakarta.

Dengan penuh kerendahan hati, ia mengakui bahwa kepemimpinannya saat ini bukan dimulai dari nol, melainkan melanjutkan pondasi kuat yang telah dibangun oleh para pendahulunya.

Sikap tersebut mendapat apresiasi karena menunjukkan bahwa pembangunan daerah bukanlah hasil kerja satu orang ataupun satu periode kepemimpinan, melainkan proses panjang yang berlangsung secara berkesinambungan dari generasi ke generasi.

Secara khusus, Om Zein juga menyampaikan penghargaan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Menurutnya, ketika Dedi Mulyadi menjabat Bupati Purwakarta selama dua periode, banyak perubahan besar yang berhasil diwujudkan.

Ia menilai KDM berhasil mentransformasi Purwakarta dari daerah yang dahulu dikenal sebagai kota pensiun menjadi kabupaten yang dinamis, hidup, berkembang, memiliki identitas budaya yang kuat, serta dikenal luas sebagai Purwakarta Istimewa.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali memukau seluruh peserta sidang melalui pidato yang penuh nilai-nilai filosofi kepemimpinan Sunda.

Menurutnya, perubahan besar selalu berawal dari perubahan cara berpikir.
Ia menjelaskan bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kewenangan struktural, tetapi juga harus menjadi pemimpin kultural yang mampu hidup bersama masyarakat, memahami akar budaya, serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

KDM menegaskan bahwa pemimpin sejati harus memiliki karakter yang kuat, menjunjung tinggi nilai-nilai Tri Tangtu di Buana dan Papat Kalima Tunggal, yakni filosofi Sunda yang mengajarkan keseimbangan antara manusia, alam, pemerintahan, dan Tuhan dalam satu kesatuan kehidupan.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan harus memberikan multiplier effect bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, sosial maupun lingkungan.

Karena itu, menurutnya seorang pemimpin tidak boleh bersikap eksploitatif terhadap alam. Kemajuan tidak boleh dibayar dengan kerusakan lingkungan.

Lebih jauh, KDM menegaskan bahwa tidak ada pemisahan antara kehidupan beragama, bermasyarakat, dan bernegara. Ketiganya harus berjalan secara harmonis sebagai satu kesatuan dalam membangun peradaban.

Ia pun berpesan agar para pemimpin tidak takut mengambil keputusan yang benar hanya karena khawatir kehilangan popularitas.

"Jangan terlalu memikirkan elektoral. Pemimpin harus berani mengambil keputusan demi kepentingan rakyat," tegasnya.

Sidang Paripurna Hari Jadi Purwakarta ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga berfungsi sebagai ruang refleksi historis atas perjalanan daerah sekaligus momentum mengevaluasi arah pembangunan ke depan.

Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan nuansa khas budaya Sunda. Para pimpinan dan anggota DPRD mengenakan pakaian adat Sunda, sementara penggunaan bahasa daerah dalam beberapa rangkaian sidang semakin mempertegas komitmen menjaga warisan budaya di tengah derasnya arus modernisasi.

Semangat tersebut menjadi pesan bahwa kemajuan teknologi, investasi, dan pembangunan fisik harus tetap berpijak pada identitas budaya sebagai kekuatan utama Purwakarta.

Melalui Sidang Paripurna Hari Jadi ke-195 Kota Purwakarta dan ke-58 Kabupaten Purwakarta ini, DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Purwakarta juga menegaskan komitmen untuk terus menyelaraskan visi pembangunan antara lembaga legislatif dan eksekutif.

Sinergi tersebut diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta mewujudkan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan semangat kebersamaan, penghormatan terhadap sejarah, serta komitmen menjaga budaya sebagai identitas daerah, seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat optimistis mampu membawa Purwakarta menjadi daerah yang semakin maju, berdaya saing, namun tetap teguh menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.

Hari Jadi Purwakarta tahun ini pun menjadi pengingat bahwa keberhasilan masa depan hanya dapat diraih dengan menghargai jasa masa lalu, memperkuat persatuan di masa kini, dan membangun masa depan dengan berpijak pada budaya, karakter, serta kepentingan rakyat. (PN)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • DPRD Purwakarta Gelar Sidang Paripurna Hari Jadi Purwakarta, Momentum Meneguhkan Sinergi Membangun Purwakarta Istimewa

Terkini

Iklan