Netsembilan.com Indramayu (Kamis, 18/06)— Dalam rangka mewujudkan lingkungan Pemasyarakatan yang sehat, aman, dan layak huni, Klinik Pratama Lapas Kelas IIB Indramayu melaksanakan kegiatan penyuluhan tentang pengelolaan sampah bagi pegawai dan warga binaan.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Lapas Kelas IIB Indramayu dalam menanamkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pengelolaan sampah dilakukan dengan menekankan prinsip reduce, reuse, recycle serta pendekatan Circular Economy.
Melalui kegiatan ini, pegawai dan warga binaan diberikan pemahaman mengenai cara mengurangi sampah, memanfaatkan kembali barang yang masih dapat digunakan, serta mengolah sampah agar memiliki nilai guna. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan lapas yang lebih bersih, sehat, tertata, serta menjadi bekal keterampilan bagi wargabinaan ketika bebas nanti.
Penyuluhan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pengelolaan sampah di lingkungan Lapas Kelas IIB Indramayu. Dengan adanya pemahaman tersebut, seluruh pegawai dan warga binaan diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Kegiatan penyuluhan dilaksanakan oleh tim tenaga medis Klinik Pratama Lapas Indramayu. Pelaksanaan kegiatan juga berlangsung dengan pengawasan jajaran pengamanan agar berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu menyampaikan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pembinaan yang sehat dan layak huni.
“Melalui penyuluhan ini, kami berharap pegawai dan warga binaan semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah berbasis Circular Economy. Kebiasaan sederhana dalam memilah dan mengurangi sampah dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan lapas,” ujar Berthoni.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Indramayu berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya lingkungan Pemasyarakatan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh pegawai maupun warga binaan. (Ari)