Netsembilan.com Indramayu – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kaina Indonesia resmi menginjak usia yang ke-9. Di momen hari jadi ini, Kaina Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjadi wadah pelatihan yang andal dalam mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap bersaing di kancah internasional, khususnya ke negara Jepang. Di gedung PGRI Sindang sabtu 27/6/2026.
Pendiri LPK Kaina Indonesia, Teguh Adikoesoemah Putra, mengungkapkan harapannya agar ke depan lembaga yang dipimpinnya dapat merangkul lebih banyak peserta. Terlebih dalam memberikan pemahaman mendalam mengenai proses, penguasaan bahasa, hingga keahlian khusus yang dibutuhkan di luar negeri.
"Mudah-mudahan ke depan Kaina Indonesia bisa lebih baik lagi," ujar Teguh saat diwawancarai di sela-sela perayaan ulang tahun ke-9 LPK Kaina Indonesia.
Gelar Japanese Culture Festival
Ada yang berbeda dalam perayaan tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kaina Indonesia turut menggelar Japanese Culture Festival. Teguh menjelaskan bahwa festival ini bertujuan untuk mengolaborasikan kebudayaan Jepang dan Indonesia.
Melalui agenda ini, para calon pemagang diperkenalkan dengan budaya Jepang lebih awal agar tidak mengalami culture shock (kaget budaya) saat tiba di sana. Di sisi lain, mereka juga diharapkan tetap kuat mempertahankan akar budaya Indonesia selama merantau.
Berangkatkan Ribuan Peserta dan Rencana Ekspansi SMK
Sebagai lembaga yang berfokus pada penyiapan SDM, Kaina Indonesia telah bekerja sama dengan sejumlah Sending Organization (SO). Tercatat, dalam kurun waktu 9 tahun ini, Kaina Indonesia telah melahirkan sekitar 4.000 alumni.
Khusus untuk periode keberangkatan melalui kerja sama SO, sudah ada sekitar 3.000 peserta yang berhasil terbang ke Jepang. Para pemagang ini umumnya akan mengontrak kerja selama 3 hingga 5 tahun di sana.
Saat ditanya mengenai rencana pengembangan ke depan, Teguh membocorkan adanya rencana peluncuran SMK Kaina.
"Untuk SMK, mudah-mudahan segera bisa dilaksanakan. Kami tinggal menunggu pelimpahan saja, karena terkait SMK ini erat kaitannya dengan kebijakan (regulasi) siswanya," tambahnya.
Perbedaan Program Magang dan Non-Magang (Tokutei Ginou)
Teguh juga mengedukasi masyarakat mengenai perbedaan mendasar antara program Magang (Kenshuusei) dengan program kerja Non-Magang atau Specified Skilled Worker (SSW/Tokutei Ginou).
Program Magang: Peserta tidak diwajibkan mutlak menguasai bahasa Jepang tingkat N4 atau memiliki sertifikat bahasa khusus seperti JFT (Japan Foundation Test) dan SSW di awal.
Program Kerja (Tokutei Ginou): Peserta diwajibkan dan harus lulus ujian kemampuan bahasa Jepang (JFT/N4) serta lulus ujian keterampilan (SSW) bidang terkait sebelum dapat ditempatkan bekerja.
Dengan modal pengalaman hampir satu dekade, LPK Kaina Indonesia optimis dapat terus mencetak generasi muda yang kompeten, berkarakter, dan siap sukses di negeri Sakura.
(Ari)