Iklan

Iklan

Puskesmas Sukanagalih Gandeng Semua Pihak Lewat "Kampung Emas Mentari", Targetkan Nol Stunting dan AKI-AKB

klikindonesia
21 Jun 2026, 16:00 WIB Last Updated 2026-06-21T09:00:29Z
CIANJUR — Upaya menekan anemia, stunting, serta Angka Kematian Ibu dan Bayi/AKI-AKB di Pacet masuk babak baru. Puskesmas Sukanagalih meluncurkan program “Kampung Emas Mentari” pada Jumat, 19 Juni 2026, dengan pendekatan kolaboratif lintas sektor.

Kepala Puskesmas Sukanagalih, Utari Doriomas, menegaskan persoalan gizi buruk dan kematian ibu-bayi tidak bisa ditangani sendiri oleh tenaga kesehatan. Untuk itu program ini merangkul kecamatan, pemerintah desa, kader, LSM, tokoh agama, dunia usaha, akademisi, sampai media.

“Intinya kerja bareng atau gotong royong,” kata Utari.

“Kampung Emas Mentari” sebenarnya sudah diuji coba sejak 2024 di sejumlah kampung percontohan. Hasilnya cukup terlihat: prevalensi anemia pada ibu hamil dan remaja putri menurun karena skrining rutin dan penyuluhan gizi. Kasus stunting juga menyusut lewat intervensi yang dikerjakan bersama lintas sektor.

Dampaknya, AKI dan AKB di wilayah kerja Puskesmas Sukanagalih ikut ditekan. Akses layanan jadi lebih dekat, respons lebih cepat, dan suasana lebih ramah. Warga pun mulai terbiasa dengan pola gizi seimbang, cek kehamilan teratur, serta penerapan PHBS.

Konsep program ini lahir dari gagasan dr. Ardya Lucita, dokter umum Puskesmas Sukanagalih. Selanjutnya puskesmas akan bersama mitra terus memantau, meniru, dan memperluas cakupan program supaya manfaatnya menyeluruh.

Satu tujuan utama: mewujudkan generasi sehat, cerdas, tanpa stunting.(Andri.S)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Puskesmas Sukanagalih Gandeng Semua Pihak Lewat "Kampung Emas Mentari", Targetkan Nol Stunting dan AKI-AKB

Terkini

Iklan