Netsembilan.com Indramayu – Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) calon Rektor Universitas Wiralodra periode 2026-2030 menjadi sorotan.
Namun, pihak yayasan menegaskan bahwa sistem tersebut justru digunakan untuk menjamin
objektivitas dan menghindari intervensi dalam proses penilaian.
RAIKING HASIL AKHIR (PAIKING RESIMI Al) UKK.
1. Prof. Dr. lpng Dekauati MPd 83, 31 Persen.
2. Dr. M. Zaedi, M, Ag. 76, 64 persen.
3. Dr. Kambali, M. PdI 68, 96 persen.
Yayasan Wiralodra Indramayu (YWI) menilai hasil tersebut menunjukkan tingkat objektivitas yang tinggi. Dengan demikian, kandidat dengan nilai tertinggi peluang besar untuk
ditetapkan sebagai Rektor UNWIR periode 2026-2030.
Ketua Umum Yayasan Wiralodra Indramayu, Dr. H. Dudung Indra Ariska, menyampaikan bahwa penggunaan
maupun sosiologis. Al mempertimbangkan berbagai aspek, baik yuridis Bikin Website & Aplikasi Pesan dilakukan.
"Kami ingin menghindari prasangka bahwa rektor sudah ditentukan sebelumnya. Dengan Al, kami
tidak memiliki intervensi terhadap penilaian, sehingga hasilnya lebih objektif," ujarnya.
"la menjelaskan, meskipun Al tidak mampu menilai aspek emosional, dari sisi objektivitas hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Penilaian tersebut mencakup sejumlah indikator penting, seperti kepemimpinan, manajerial, tata kelola organisasi, hingga kemampuan pengambilan keputusan strategis.
UKK Rektor UNWIR 2026-2030 di Indramayu, Rektor UNWIR saat ini, Prof. Dr. Ujang Suratno, menyebut bahwa metode ini merupakan yang pertama kali diterapkan lingkungan kampus tersebut.
"Dulu seleksi lebih bergantung pada panelis. Sekarang ada sesi yang langsung diproses oleh Al,
sehingga hasilnya bisa segera diketahui," katanya. (Ari)