Subang-BRIN. Tepung telur merupakan salah satu produk olahan telur yang mudah dan tidak memerlukan teknologi yang rumit, prinsipnya adalah mengeringkan telur sampai kadar airnya dibawah 10%. Alat pengering untuk produksi tepung telur bisa menggunakan pengering yang sederhana maupun seperti pengering dengan oven, pengering tipe rak, drum dryer, dan molen dryer. Proses pengeringan dapat membuat bahan menjadi padat dan kering sehingga mempermudah dalam proses pendistribusian, pengemasan maupun penyimpanan.
Pusat Riset Teknologi Tepat Guna (PRTTG)-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah melakukan riset pengembangan TTG pada peralatan pengering bahan pangan. Beberapa riset pengembangan tersebut telah mendapatkan lisensi, semisal; teknologi pengolahan mie non terigu dengan teknologi ekstruksi, teknologi pegolahan kopi, pengolahan pisang, dan lainnya dalam proses lisensi. Drum Dryer adalah jenis pengering yang digunakan untuk mengeringkan berbagai bahan makanan cair, semi cair, dan pasta, dimana pemanfaatannya terletak pada kebutuhan apakah secara massal atau pada sekelompok pelaku usaha, sambut Achmat Sarifudin selaku Kepala PRTTG-BRIN pada saat menerima kunjungan tim Bapanas, pada hari Selasa (05/12).
Selanjutnya Achmat menyampaikan, bahwa PRTTG siap mendukung program Bapanas (Badan Pangan Nasional) dari segi pemanfaatan hasil-hasil riset pengembangan teknologi peralatan pengering bahan pangan, secara khusus ia sampaikan harapannya agar terjalinnya kerjasama/kolaborasi antara PRTTG dengan Bapanas dalam pemanfaatan riset teknologi pengembangan peralatan pengering tepung telur untuk mendukung ketahanan pangan Nasional, ungkap Achmat.
Sementara Risfaheri selaku Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Humas Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan sambutannya, bahwa ia merasa senang dan berterimakasih atas sambutan yang baik oleh pihak BRIN hingga bisa berkunjung ke PRTTG-BRIN Subang. Ia sampaikan tujuannya adalah untuk menjalin kerjasama kedepannya dengan PRTTG yaitu dalam rangka menggerakkan UMKM agar bisa memiliki peralatan-peralatan pengolahan pangan yang tidak terlalu mahal tetapi sesuai standar TTG yang dapat menghasilkan produk pangan berkualitas, ungkap Risfaheri.
Lebih lanjut Risfaheri sampaikan yang melatar belakangi kunjungan ini “Beberapa peternak Koperasi di Kendal dan Blitar mengalami kendala dalam pemasaran produk telur off-grade, dimana pelaku usaha ini dapat memproduksi telur sekitar 10 sampai 50 ton perhari, namun pemasarannya antara 5 sampai 10 % dan rata-rata pembelinya adalah pedadang nasi goreng, hal ini menjadi banyak stok hingga busuk. Hal lain kendala pelaku usaha ini juga belum memiliki peralatan pengering untuk memproduksi tepung telor, karenanya ia berharap agar riset TTG di PRTTG dapat diimplementasikan menjadi solusi dalam mengatasi stok telor berlebihan yaitu melalui penggunaan Drum Dryer, jelas Risfaheri.
Pada kesempatan ini, Sandi Darniadi sebagai Ketua Kelris TTG Pascapanen Termal meyampaikan materi tentang aplikasi double drum dryer untuk produksi tepung telur ayam. Ia jelaskan bahwa telur ayam merupakan sumber penting protein dan zat gizi lainnya, namun pembuatan tepung telur di masyarakat pedesaan mengalami keterbatasan pengetahuan TTG. Harapannya masyarakat pedesaan dapat mengolah telur menjadi tepung seperti yang dilakukan secara komersial, ketahanan pangan masyarakat dapat meningkat, karenanya studi ini bertujuan untuk melakukan optimasi pada pengering silinder ganda untuk pembuatan tepung telur yang hygenis dan berkualitas.
“Aplikasi Double drum dryer sangat potensial dikembangkan untuk produksi pangan kering (powder/tepung). Secara technofunctional, tepung telur ayam (putih, kuning, dan campuran) dapat diproses menggunakan double drum dryer. Keunggulan produk tepung; mempermudah transportasi dan memiliki umur simpan lebih panjang, tepung telur ayam merupakan produk multiguna” ungkap Sandi.
Selanjutnya Dadang Dayat Hidayat sebagai anggota Kelris Pascapanen Thermal memberikan penjelasan tentang double drum dryer yang dimiliki pada PRTTG-BRIN. Ia sampaikan bahwa beberapa jenis produk pengering drum dryer di PRTTG diantaranya; susu bubuk, makanan bayi, tepung buah dan tepung ubi jalar. Produk kering yang diperoleh bersifat porous, mudah direhidrasi, dan siap digunakan. Kemudian ia jelaskan tentang klasifikasi drum dryer, cara pengumpanan, tekanan disekitar produk, komponem utama double drum dryer, spesifikasi alat, kondisi optimal pengoperasian, hasil analisa produk, hasil pengeringan beberapa adonan bubur. Karenanya, dipenghujung pemberian materinya, ia mengajak tim Bapanas untuk melakukan survei ke pilot plant drum dryer pengering tepung telor dan uji coba produksi tepung telur. (sp)

