SUBANG- Perjanjian Kerja Sama yang ditandatangani mengusung judul “Riset Teknologi Tepat Guna untuk Optimalisasi Komoditas Agromaritim di Pulau Madura”. terselenggara di Kampus Pusat Riset Teknologi Tepat Guna Kawasan Sains Muhammadi Siswosudarmo Subang, pada hari Rabu (27/09).
Dalam rangkaian ini dilaksanakan Kunjungan sekaligus Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pusat Riset Teknologi Tepat Guna (PRTTG) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Universitas Bahaudin Mudhary Sumenep Madura.
Hadir dalam kesempatan ini Kepala PRTTG BRIN Achmat Sarifudin, peneliti terkait, Koordinator layanan Hukum dan Kerjasama serta Humas. Sedangkan dari UNIBA dihadiri oleh Rektor UNIBA Rahmat Hidayat, Wakil Rektor beserta Ketua LPPM UNIBA serta dihadiri juga oleh perwakilan dari Direktorat Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN.
Dalam kesempatan ini pembahasan terkai beberapa hal: Pertama, penelitian bersama di bidang riset teknologi tepat guna untuk optimalisasi komoditas agromaritim di Pulau Madura yang berfokus pada persoalan limbah sampah, bawang merah sumenep, pengolahan ikan, rumput laut, dan tembakau; Kedua, pembimbingan penelitian mahasiswa di bidang riset teknologi tepat guna untuk optimalisasi komoditas agromaritim di Pulau Madura;
Selanjutnya yang Ketiga adalah kunjungan dan pemanfaatan sarana-prasarana, laboratorium, fasilitas riset, dan pendidikan yang berada atau dimiliki sesuai dengan mekanisme, prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku; Keempat, pertukaran dan pemanfaatan data dan informasi hasil riset dan inovasi bersama; Kelima, pertukaran periset/dosen/laboran/tenaga ahli; Keenam, penyelenggaraan kegiatan ilmiah bersama; Ketujuh, penyusunan draf dokumen kekayaan intelektual dan publikasi hasil kegiatan bersama yang akan dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan; Dan yang terakhir adalah pemantauan, evaluasi dan pelaporan kegiatan dan kegiatan lain yang disepakati.
Kepala PRTTG BRIN, Achmat Sarifudin dalam sambutannya menyatakan “PRTTG saat ini berkembang untuk pengembangan terkait dengan permesinan dan Teknologi Tepat Guna (TTG) yang berada dibawah OR Pertanian dan Pangan BRIN. Achmat menyampaikan, untuk PKS ini akan di koordinasi oleh Ibu Kristian Litaay terkait penanganan stunting di Kabupaten Sumenep. Selain itu achmat juga menyampaikan beberapa hasil riset peralatan dan pangan yang dilakukan di PRTTG Subang termasuk riset yang sesuai dengan kebutuhan pemakai, ungkap Achmad.
Lebih lanjut Achmat menyampaikan “Kolaborasi riset yang dilakukan PRTTG tidak menutup kemungkinan diluar Pertanian dan Pangan, namun masih dalam scope TTG yang mengarah maju atau lebih advance. Dengan TTG terkini yang dilakukan dengan bekerja sama dengan UNIBA bisa berjalan dengan ekspertise di bidang masing masing dari sisi teknis untuk mendukung teknologi yang bermanfaat dan bisa menjadi capaian baik bagi masing-masing pihak, pungkas Achmad.
Sementara Rahmat dalam sambutannya menyampaikan, “UNIBA Sudah lama berhubungan dengn BRIN saat itu berhubungan dengan BPPT terkait arsinum, saat ini arsinum sudah menjadi pabrik arsinum Uniba. UNIBA dari awal sampai saat ini telah melakukan hal kecil sampai Pembangunan Gedung tanpa bantuan dari mahasiswa atau murni dari Bapak Achsanul Qosasi (Ketua Yayasan)”. Tahun depan akan di ekspansi, pada fakultas hukum, sastra, minyak, dan perfilman. Sampai saat ini mahasiswa Uniba tidak ada yang bayar dan di dukung oleh PT Pojur, sambut Rahmat.
Lebih lanjut Rahmat sampaikan, selain kampus UNIBA juga akan membangun rumah sakit serta asrama mahasiswa, karena setelah dilihat dari tahun 2023 banyak siswa diluar madura. kemudian ia sampaikan bahwa Sumenep juga dinobatkan menjadi salah satu lumbung bawang merah sehingga perlu bantuan dari pihak yang berkompeten. Harapannya dengan kolaborasi PRTTG BRIN dan UNIBA Madura ini akan semakin meningkatkan Riset Teknologi Tepat Guna untuk Optimalisasi Komoditas Agromaritim di Pulau Madura melalui berbagai program/kegiatan sesuai dengan ruang lingkup kegiatan yang disepakati bersama dalam Perjanjian Kerja Sama ini, ungakap Rahmat.

