![]() |
| Ketua LSM Pemuda, Galih Widyaswara (putih paling kanan) saat bersama Bupati Cianjur, Herman Suherman, nyatakan siap memantau dengan ketat alokasi 20% DD untuk ketahanan pangan. |
NETSEMBILAN.COM | CIANJUR - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Pemerintah Pusat dan Daerah (Pemuda) nyatakan siap memantau Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2022. Khususnya pada alokasi 20% untuk ketahanan pangan. Hal tersebut dilakukan agar dimasa pandemi Covid19 sekarang ini, masyarakat desa mampu berswasembaga pangan secara mandiri.
"Hal ini juga bisa lebih memacu masyarakat desa untuk meningkatkan taraf hidup perekonomiannya," ujar Ketua LSM Pemuda, Galih Widyaswara kepada netsembilan.com, saat ditemui dikediamannya. Sabtu (19/02/2022).
Galih menjelaskan, alokasi 20% DD untuk ketahanan pangan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Desa. Dan sudah bisa dipastikan, setiap desa yang ada di wilayah hukum Indonesia wajib menjalankannya.
"Kita akan mendorong, memantau dan mengadvokasi desa yang ada di Cianjur untuk maksimal dalam penerapannya," jelas Galih.
Menurutnya, dari penggunaan 20% DD untuk ketahanan pangan, bisa diperuntukkan memaksimalkan potensi peternakan, perikanan dan pertanian. Pihak desa tinggal memetakan potensi mana saja yang bisa dikembangkan dari tiga jenis ketahanan pangan diatas.
"Kita anggap 3 jenis tersebut sangat pas untuk alokasi anggaran desa 20% dikarenakan berpotensi masa cepat panen," katanya.
Dan ketiga unsur tersebut, lanjut Galih, bisa memberdayakan para pemuda desa demi mengentaskan kemiskinan, dan penyerapan tenaga kerja produktif.
"Kita akan pantau alokasi 20% untuk ketahanan pangan desa ini dengan ketat," tandasnya. (Ruslan Ependi)
