Netsembilan.com Indramayu-
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu kembali melaksanakan kegiatan pembinaan kerohanian berupa kebaktian bagi warga binaan beragama Kristen, Kamis (02/07/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh tiga orang warga binaan Kristen sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian yang rutin dilaksanakan di lingkungan Lapas.
Kebaktian berlangsung dengan khidmat melalui rangkaian ibadah yang diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pendeta. Pada kesempatan tersebut, tema yang diangkat adalah “Ciptaan Allah”, sebagai pengingat bahwa setiap manusia memiliki nilai, tanggung jawab, serta kesempatan untuk terus memperbaiki diri.
Dalam penyampaian firman Tuhan, pembimbing rohani membawakan bacaan dari Kitab Kejadian 1:27–28 dan Kejadian 1:4. Firman tersebut memberikan penguatan kepada warga binaan agar tetap memiliki harapan, menjaga iman, serta menjalani kehidupan dengan sikap yang lebih baik selama masa pembinaan.
Kegiatan kebaktian ini dibimbing langsung oleh Pendeta Ibu Metty Sahalessy dari Kementerian Agama Indramayu. Dalam pelaksanaannya, kegiatan turut didampingi oleh Bapak Edi Samudi selaku Staf Bimkemas Lapas Kelas IIB Indramayu.
Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Berthoni, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam membentuk karakter warga binaan.
“Kami berkomitmen memberikan ruang pembinaan keagamaan bagi seluruh warga binaan sesuai dengan keyakinan masing-masing, karena pembinaan spiritual menjadi salah satu jalan untuk menumbuhkan kesadaran, kedisiplinan, dan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik,” kata Berthoni.
Melalui kegiatan ini, diharapkan keimanan, akhlak, dan keterampilan keagamaan warga binaan semakin meningkat. Selain itu, pembinaan kerohanian juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap ketertiban di dalam Lapas serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian di antara warga binaan.
Lapas Kelas IIB Indramayu terus berupaya menghadirkan pembinaan yang humanis, religius, dan berkelanjutan. Di balik keterbatasan ruang gerak, kegiatan kebaktian ini menjadi bukti bahwa harapan untuk berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik tetap dapat tumbuh. (Ari)