Iklan

Iklan

​Tantang Unwir Berrevolusi di Era AI, Bupati Lucky Hakim: Kampus Harus Ekstra Luar Biasa!

klikindonesia
18 Mei 2026, 11:16 WIB Last Updated 2026-05-18T04:16:10Z
Netsembilan.com Indramayu – Dunia pendidikan tinggi saat ini tidak lagi sekadar bersaing antar-sesama lembaga akademik, melainkan tengah berhadapan langsung dengan lonjakan eksponensial teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

​Menyadari tantangan global tersebut, Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menantang Universitas Wiralodra (Unwir) untuk melakukan perubahan radikal dan revolusioner. Langkah ini dinilai krusial agar perguruan tinggi kebanggaan masyarakat Indramayu tersebut mampu melahirkan lulusan yang unggul, kompetitif, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

​Hal strategis itu ditegaskan oleh Bupati Lucky Hakim saat menghadiri acara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Rektor Universitas Wiralodra Periode 2026–2030, Prof. Dr. Hj. Ipong Dekawati, M.Pd., yang berlangsung di Aula Nyi Endang Dharma Ayu, Senin (18/5).


​Persaingan Lintas Entitas: Kampus vs Teknologi ​Dalam sambutannya, Lucky Hakim memaparkan bahwa esensi dari sebuah persaingan di era modern telah bergeser. Ia menganalogikan disrupsi ini dengan sejarah industri pos yang tergerus bukan karena perusahaan pos kompetitor, melainkan oleh kehadiran teknologi SMS dan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp.

​Hal serupa kini tengah membayangi dunia pendidikan. Kampus, yang secara tradisional menjadi pusat mencerdaskan manusia, sekarang memiliki "pesaing" baru berupa aplikasi teknologi pintar.

​"Sekarang ada hal lain yang bisa mencerdaskan manusia, bukan cuman kampus. Jadi saingannya bukan lagi antar-kampus, tapi ada aplikasi, ada teknologi yang bisa mencerdaskan juga. Jangan sampai orang berpikir, 'Ngapain saya kuliah? Bayar.' Sementara untuk mencapai kecerdasan itu, mereka bisa menggunakan aplikasi, seperti ChatGPT misalnya," ujar Bupati Lucky Hakim.

​Tinggalkan Metode Konservatif
​Lebih lanjut, orang nomor satu di Indramayu ini mengkritik metode pengajaran kuno yang dinilai sudah tidak relevan dengan kebutuhan zaman. Jika dosen hanya sekadar datang memberikan teori, meminta mahasiswa menghafal, atau membuat makalah secara konvensional, maka peran kampus dipastikan akan kalah cepat oleh teknologi.

​Lucky menekankan perlunya revolusi metode belajar-mengajar di dalam kelas. Mahasiswa harus merasakan nilai yang sepadan (worth it) antara investasi waktu dan biaya yang mereka keluarkan dengan kualitas kecerdasan tingkat tinggi yang mereka dapatkan saat lulus.

​"Kalau cuman pengen pintar atau tahu data tekstual, sekarang Anda semua di sini saya yakin tidak hafal berapa luasnya Kota Baku di Azerbaijan. Tapi kalau Anda gunakan aplikasi di ponsel, detik ini juga Anda langsung tahu," tutur Lucky.

​"Jadi sekarang bicaranya bukan lagi soal 'berapa luasnya' atau 'berapa suhunya', tetapi bagaimana formulasi agar kita bisa maju seperti Kota Baku. Nah, itu baru level diskusi perguruan tinggi!" tegasnya.

​Sinergi Menuju Indramayu Maju
​Di akhir penyampaiannya, Bupati Lucky Hakim mengajak seluruh jajaran civitas akademika Unwir untuk tidak menjadi entitas yang biasa-biasa saja. Kampus harus bergerak menjadi institusi yang "ekstra luar biasa" dengan cara merangkul, mengadopsi, dan mengikuti perkembangan teknologi yang ada.

​Melalui lompatan teknologi dan pembaruan kurikulum ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap Unwir mampu terus menjadi motor penggerak utama dalam melahirkan generasi muda yang siap memberikan kontribusi positif, solutif, dan inovatif bagi kemajuan Kabupaten Indramayu secara khusus, serta Indonesia secara umum.


Universitas Wiralodra adalah perguruan tinggi terkemuka di Kabupaten Indramayu yang berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan tinggi berkualitas, guna melahirkan sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, dan berintegritas demi kemajuan daerah dan bangsa.
​(Ari)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • ​Tantang Unwir Berrevolusi di Era AI, Bupati Lucky Hakim: Kampus Harus Ekstra Luar Biasa!

Terkini

Iklan