Iklan

Iklan

Luka Cianjur yang Tak Kunjung Sembuh": Suara Wakil Ketua DPRD di Tengah Tiga Air Mata Bocah

klikindonesia
5 Apr 2026, 17:42 WIB Last Updated 2026-04-05T10:42:45Z
Cianjur - Tiga nyawa polos di Cianjur baru saja direnggut masa kecilnya. Mereka seharusnya bermain, tertawa, dan belajar. Namun kini, mereka adalah korban kekerasan seksual yang membuat seluruh kabupaten merinding.

Di tengah duka yang menyelimuti, Wakil Ketua DPRD Cianjur, Lepi Ali Firmansyah, angkat bicara. Suaranya bergetar—bukan karena takut, tapi karena amarah yang membuncah. "Hukum tidak boleh tebang pilih untuk anak-anak kita. Para pelaku harus merasakan sanksi terberat. Ini bukan sekadar kejahatan biasa, ini pengkhianatan terhadap masa depan bangsa," tuturnya dengan nada lirih namun tajam, Minggu (5/4/2026).

Lepi tak mau basa-basi. Ia meminta kepolisian menggunting habis prosedur yang berbelit, dan fokus pada keadilan substansial bagi korban. Pasal-pasal tentang perlindungan anak harus diaktifkan hingga ancaman maksimal. Jangan ada "diskon" hukuman.

Meski demikian, Lepi mengakui bahwa polisi tak bisa bekerja sendiri. Ia mengingatkan bahwa kita semua—ayah, ibu, guru, tetangga—adalah penjaga anak-anak Cianjur.

"Mari kita ciptakan lingkungan yang ramah anak. Awasi mereka dengan hati, bukan dengan kecurigaan. Karena kasus ini adalah alarm bahwa keluarga kita sedang dalam bahaya," pesannya.

DPRD Cianjur berjanji tak akan lepas tangan. Mereka akan terus mendampingi korban, mengawal proses hukum, dan memastikan duka tiga bocah ini tidak berakhir sia-sia. Cianjur harus aman lagi untuk anak-anaknya.


(Ramdhani)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Luka Cianjur yang Tak Kunjung Sembuh": Suara Wakil Ketua DPRD di Tengah Tiga Air Mata Bocah

Terkini

Iklan