CIANJUR – Kasus pria yang mengaku sebagai anggota TNI yang sempat viral di media sosial memasuki babak baru. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, sosok Kusnandar Ali, SH, tampil sebagai penasihat hukum yang kini secara agresif mengungkap kemungkinan adanya aktor intelektual di balik peristiwa yang mengguncang publik tersebut.
Dalam pemeriksaan di Polres Cianjur, Minggu (29/03/26), Kusnandar menyatakan bahwa kasus ini tidak sesederhana yang terlihat. Ia mendampingi kliennya selama proses BAP dan menegaskan bahwa rangkaian kejadian yang viral itu berakar dari sengketa aset berupa satu unit Mitsubishi Pajero.
"Nanti dari hasil pengembangan, tidak menutup kemungkinan ada pihak lain atau oknum yang bisa terseret ke meja hijau," tegas Kusnandar kepada awak media. Pernyataan ini langsung memicu spekulasi bahwa kasus yang bermula dari klaim sepihak sebagai aparat TNI ini kemungkinan akan melebar ke persoalan hukum lainnya.
Menurut pengakuan kuasa hukum, permasalahan bermula saat tersangka mendatangi rumah pelapor yang disebut sebagai pemilik rumah. Kedatangan tersebut terkait dengan ketidakjelasan status kepemilikan kendaraan mewah tersebut. Lebih lanjut, tim kuasa hukum juga tengah memburu seorang rekan yang diduga membawa kabur sejumlah barang dari lokasi kejadian dan kini sulit dikontak.
Hingga saat ini, pihak keluarga tersangka disebut belum ada yang datang menemui, sementara pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman. Kasus ini menjadi sorotan karena sebelumnya sempat viral di media sosial dengan narasi awal yang mengarah pada penyalahgunaan atribut dan wewenang TNI.(Ramdhani)