Iklan

Iklan

BRIN Lakukan Pengujian Mesin Produksi Nano Biopestisida

klikindonesia
11 Jul 2024, 21:02 WIB Last Updated 2024-07-11T14:02:41Z


Subang – Humas BRIN. Biopestisida seraiwangi dan eukaliptus adalah pestisida yang berasal dari metabolit sekunder tanaman yang digunakan untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman pertanian dan lahan lainnya. Sehingga diperlukan tersedianya dalam jumlah yang banyak agar bisa dimanfaatkan oleh petani, masyarakat, dan pengguna lainnya. Dalam rangka produksi massal Biopestisida tersebut, maka perlu dibuatkan alat/mesin untuk produksinya oleh periset Teknologi Tepat Guna (TTG).

Menurut Rita Noveriza, selaku periset dari Pusat Riset Perkebunan Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (PR Perkebunan, ORPP)-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan bahwa, sehubungan dengan telah selesainya pembuatan mesin produksi Nano Biopestisida Berbasis Minyak Atsiri di Pusat Riset Teknologi Tepat Guna (PRTTG)-BRIN, maka sebagai tindak lanjut dari proses tersebut dilakukan uji coba kinerja mesin.
“Nano Biopestisida berbasis minyak atsiri dibuat dengan teknik nano emulsifikasi spontan dengan 3 tahapan proses yaitu pertama proses pengandukan fase organik, kedua fase air, dan yang ketiga proses fase minyak ke air pada waktu dan kecepatan tertentu”, ungkap Rita saat bersama tim gabungan periset dalam melakukan pengujian kinerja mesin produksi Nano Biopestisida, PRTTG-BRIN Kawasan Sains (KS) Subang (11/7).

Rita sampaikan, hasil uji coba kinerja mesin hari ini tanggal 11 Juli 2024 menunjukkan bahwa mesin prototipe skala 20 liter sudah bekerja dengan baik walaupun ada beberapa kekurangan dibagian tangki pengaduk 1 dan saat proses tahap tiga yaitu fase minyak ke air, walaupun demikian secara umum sudah dapat menghasil larutan emulsi yang baik, yang dilihat dari morfologi larutan, kekentalan dan warnanya putih susu. Sedangkan untuk ukuran partikel nano emulsi dan stabilitas emulsi masih perlu analisis lanjut di laboratorium, pungkasnya.

Sementara Suparlan, periset PRTTG pada Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP)-BRIN menyampaikan, bahwa nama program/kegiatan ini adalah Percepatan Riset dan Inovasi ORPP. Terkait judul kegiatan Teknologi Nano Pestisida Nabati Seraiwangi dan Eukaliptus. Kegiatan dimulai bulan September/Oktober 2023. Nama mesin adalah mesin produksi Nano Biopestisida berbasis minyak atsiri, kapasitas mesin adalah 20 liter per proses (batch), sistem pengaduk yang digunakan adalah pengaduk tipe rotor stator. Kemudian bahan-bahan yang digunakan dengan perbandingan tertentu yaitu menyiapkan semua larutan minyak eucaliptus dan minyak serai wangi, terpentin, tween 80, gliserol dan aquades.
“Dalam menghidupkan alat pengaduk pertama dan mengatur putarannya sekitar 1000 rpm, kemudian memasukkan minyak eucaliptus atau serai wangi ke dalam tabung kecil dan diikuti dengan memasukkan larutan terpentin dan tween 80 ke dalam tabung pencampur pertama (tabung kecil). Proses pengadukan dilakukan selama kurang lebih 15 menit’ ungkap Suparlan.


Lebih lanjut Suparlan jelaskan, dalam menghidupkan alat pengaduk kedua pada tabung besar dan mengatur putarannya yaitu sekitar 1500 rpm, memasukkan aquades yang sudah disiapkan dengan jumlah volume tertentu ke dalam pencampur besar, kemudian ditambahkan larutan gliserol. Campuran larutan dari tabung pencampur pertama (tabung kecil) kemudian dialirkan ke dalam tabung pencampur kedua (tabung besar) dengan laju aliran tertentu menggunakan suatu pompa. Proses pengadukan pada tabung pencampur kedua dilakukan selama kurang lebih 45 menit. Setelah proses pencampuran selesai, larutan hasil pencampuran dimasukkan ke dalam drigen yang berkapasitas 20 liter untuk disimpan dan dianalisa mutunya.
“Durasi pengolahan per proses sekitar 1 jam. Hasil pencampuran sudah cukup baik, namun untuk mengetahui kualitas hasil pencampuran terkait homogenitas dan ukuran partikel larutannya menunggu hasil uji laboratorium”, jelas Suparlan.

Sesi penutup Suparlan sampaikan bahwa tim periset yang terlibat dalam program/kegiatan ini adalah gabungan periset dari; PRTTG-BRIN, PR Tanaman Perkebunan-BRIN, dan PR Tanaman Hortikultura-BRIN yang berjumlah 11 orang. (sp.ecp.da/da)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • BRIN Lakukan Pengujian Mesin Produksi Nano Biopestisida

Terkini

Iklan