Iklan

Iklan

Lapas Indramayu Perkuat Pencegahan TBC lewat Skrining dan Pemeriksaan Lanjutan

klikindonesia
22 Okt 2026, 21:18 WIB Last Updated 2026-10-22T14:23:29Z
Netsembilan.com ‎Indramayu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu melaksanakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus aktif Tuberkulosis (TBC) melalui pemeriksaan rontgen dada, Kamis (22/10/2026). 
‎
‎Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu dan UPTD Puskesmas Plumbon sebagai upaya meningkatkan deteksi dini serta mencegah penyebaran penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.
‎
‎Rangkaian kegiatan diawali dengan skrining gejala TBC, dilanjutkan pemeriksaan rontgen dada, penilaian hasil pemeriksaan oleh tim dokter, serta pengambilan spesimen dahak untuk pemeriksaan lanjutan menggunakan metode Tes Cepat Molekuler (TCM). Seluruh tahapan dilaksanakan dengan melibatkan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu dan UPTD Puskesmas Plumbon bersama petugas medis Lapas Indramayu.
‎
‎Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ditemukan warga binaan yang terindikasi atau terduga TBC berdasarkan hasil rontgen dada. Terhadap warga binaan tersebut, dilakukan tindak lanjut berupa pemeriksaan spesimen dahak untuk memastikan diagnosis. Hasil pemeriksaan lanjutan akan menjadi dasar bagi tenaga medis dalam menentukan penanganan sesuai prosedur kesehatan yang berlaku.
‎
‎Sebagai langkah pencegahan, Lapas Indramayu juga melakukan pengaturan dan pemisahan kamar hunian terhadap warga binaan yang terduga TBC sesuai langkah penanganan awal. Apabila hasil pemeriksaan lanjutan mengonfirmasi adanya TBC, warga binaan akan mendapatkan pengobatan antituberkulosis (OAT) melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu serta pemantauan kepatuhan minum obat oleh petugas klinik Lapas.
‎
‎Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Aramichi Renggalih, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan secara berkala dan deteksi dini merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan warga binaan maupun petugas pemasyarakatan. Menurutnya, sinergi dengan instansi kesehatan setempat diperlukan agar upaya pencegahan, pemeriksaan, dan penanganan penyakit menular dapat berjalan secara optimal.
‎
‎“Melalui kegiatan ini, kami berupaya memastikan kondisi kesehatan warga binaan dan petugas dapat terpantau dengan baik. Kami juga terus memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas agar warga binaan yang membutuhkan penanganan dapat segera memperoleh tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan,” ujar Aramichi.
‎
‎Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Indramayu berharap upaya deteksi dini TBC dapat berjalan lebih efektif, sekaligus memperkuat penerapan layanan kesehatan yang responsif dan berkelanjutan. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, serta akan dilanjutkan dengan pemantauan hasil pemeriksaan dahak dan koordinasi bersama pihak terkait untuk memastikan penanganan kesehatan berjalan sesuai ketentuan.  (Ari)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Lapas Indramayu Perkuat Pencegahan TBC lewat Skrining dan Pemeriksaan Lanjutan

Terkini

Iklan