Netsembilan.com Indramayu — Suasana khidmat dan penuh rasa kebersamaan menyelimuti Desa Pagirikan, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu. Ribuan warga tampak antusias memadati kawasan desa untuk mengikuti gelaran tradisi tahunan Unjungan Buyut Suro 2026 yang berlangsung meriah.13 September 2026.
Acara adat sakral ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa (Kuwu) Pagirikan, Bapak Mustofa Sahid, beserta keluarga dan jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, serta juru kunci dan panitia Unjungan Mbah Buyut Suro.
Dalam sambutannya, perwakilan panitia sekaligus Kunci Mbah Buyut Suro menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini. Pihaknya mengapresiasi dukungan penuh dari Kuwu Mustofa Sahid serta seluruh elemen masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan tradisi turun-temurun tersebut.
Rangkaian Acara dan Kirab Pusaka
Salah satu agenda utama yang menjadi pusat perhatian warga dalam perayaan tahun ini adalah prosesi Kirab Pusaka Mbah Buyut Suro.
Rute Kirab: Rombongan kirab mengarak benda pusaka melintasi wilayah Desa Pagirikan hingga melintasi perbatasan Desa Pasirikan, sebelum akhirnya kembali menuju tempat persemayaman Mbah Buyut Suro.
Makna Ritual Kirab pusaka ini dipimpin langsung oleh jajaran panitia dan didampingi warga sebagai simbol penghormatan kepada para leluhur pendiri desa.
Doa Keselamatan dan Harapan Masyarakat Selain melestarikan warisan budaya, prosesi Unjungan Buyut Suro 2026 juga diisi dengan doa bersama demi keselamatan dan kemakmuran warga.
Masyarakat memanjatkan doa agar seluruh warga Desa Pagirikan dan Pasirikan diberikan kesehatan, umur panjang, keberkahan rezeki yang halal, serta dijauhkan dari berbagai marabahaya dan penyakit.
Pemerintah Desa Pagirikan berharap momentum Unjungan Buyut Suro ini dapat terus menjaga semangat gotong royong, mempererat tali silaturahmi antarwarga, serta mengukuhkan Desa Pagirikan sebagai desa yang lestari budayanya dan sejahtera masyarakatnya.
Acara ini menjadi simbol perekat silaturahmi sekaligus pelestarian adat budaya lokal masyarakat setempat.
Kegiatan yang mengusung semangat kebersamaan "Satu Desa Satu Saudara" ini menyajikan perpaduan atraktif antara Kirab Budaya dan pertunjukan hiburan rakyat berbasis seni modern sound system.
Perwakilan narasumber dari masyarakat Desa Pagirikan menyampaikan bahwa tradisi Unjungan Buyut Suro bukan sekadar pesta rakyat biasa, melainkan momentum penting untuk merawat penghormatan kepada leluhur dan mempererat rasa persaudaraan warga.
"Tradisi Unjungan Buyut Suro ini rutin kami selenggarakan setiap tahun sebagai rasa syukur dan sarana mempererat silaturahmi antawarga. Tahun ini terasa makin semarak karena dukungan penuh kepemudaan dan seluruh lapisan masyarakat Desa Pagirikan," ujar perwakilan narasumber warga.
(Ari)