Netsembilan.com Indramayu-
Perjuangan melawan penyakit kronis bukan hanya soal bertahan hidup, melainkan tentang bagaimana menemukan kembali harapan di tengah titik terendah. Hal itulah yang dialami Tri Atini (30), warga Desa Gunungsari, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, yang berhasil bangkit dari ujian berat usai didiagnosis mengidap penyakit ginjal kronis stadium akhir (stadium 5) pada 2024.
Kisah kelam tersebut bermula saat Tri bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan. Kondisi kesehatannya yang terus menurun memaksa Tri pulang ke Tanah Air.
Vonis medis yang ia terima usai kepulangannya sempat meruntuhkan semangat hidupnya. Selain fisik yang kian melemah, cobaan bertubi-tubi menghampiri hingga membuat rumah tangganya kandas.
Namun, titik balik kehidupan Tri hadir saat saudaranya mengenalkan sosok Bripka Rusmanto, anggota kepolisian yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Singaraja, Polsek Indramayu. Selain menjalankan tugasnya sebagai pengayom masyarakat, Bripka Rusmanto dikenal memiliki kepedulian tinggi melalui pendekatan pendampingan dan doa.
Bukan dengan menggantikan jalur medis, Bripka Rusmanto hadir memberikan pendekatan psikologis yang hangat. Ia membantu meredakan kecemasan batin berlebihan yang dialami Tri, sekaligus memberikan motivasi agar ia konsisten menjalani perawatan medis yang direkomendasikan dokter.
Untuk Admin bisa Hubungi 0822 9565 3633 Nomor yang Aktif saat ini.
Hasilnya, kesehatan dan mental Tri menunjukkan perkembangan positif. Meskipun masih wajib menjalani prosedur cuci darah rutin dua kali seminggu, berbagai keluhan fisik yang sebelumnya melumpuhkan aktivitasnya kini jauh berkurang.
Semangat hidup yang kembali menyala mendorong Tri untuk kembali mandiri secara ekonomi. Saat ini, ia mulai merintis usaha pembuatan kue serta membuka jasa titip (jastip) produk luar negeri.
"Saya bawa happy aja Mas… yang lalu tak mau dijadikan beban pikiran," ujar Tri dengan nada optimistis saat menceritakan kondisinya saat ini.
Kisah Tri Atini menjadi bukti nyata bahwa kombinasi antara kepatuhan medis, keteguhan mental, serta kepedulian sosial dari sosok sekitar seperti yang ditunjukkan oleh Bripka Rusmanto mampu menjadi lentera harapan bagi masyarakat yang sedang berjuang melewati masa-masa tersulit dalam hidup.
(Ari)