Iklan

Iklan

"​Panen Perdana MT II di Sidamulya Tembus 9,4 Ton/Ha" Sinergi Pertanian dan Pengelolaan Irigasi Tepat Guna Jadi Kunci Sukses Indramayu

klikindonesia
9 Sep 2026, 21:06 WIB Last Updated 2026-09-09T14:06:38Z
Netsembilan.com Indramayu- Sektor pertanian Kabupaten Indramayu kembali menunjukkan capaian positif. Desa Sidamulya, Kecamatan Bongas, secara resmi memulai masa panen perdana Musim Tanam Kedua (MT II) dengan hasil produktivitas yang sangat memuaskan. Dalam kegiatan Farm Field Day yang digelar pada Selasa (08/09/2026), hasil ubinan mencatatkan angka produktivitas mencapai 9,4 ton gabah per hektare untuk varietas Inpari 32.

​Acara Farm Field Day tersebut ditandai dengan pemotongan padi secara simbolis yang dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bongas, Kepala UPTD Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kuwu Desa Sidamulya, penyuluh pertanian, kelompok tani, hingga tokoh masyarakat setempat.
​Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian hasil budidaya padi yang optimal, tetapi juga memperkuat koordinasi dan sinergi antara petani, penyuluh, dan pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan ketahanan pangan wilayah.

​Irigasi Teratur, Solusi Cegah Konflik Air
​Capaian produktivitas tinggi hingga 9,4 ton/ha ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan lahan yang baik serta ketersediaan pasokan air irigasi yang stabil memegang peranan vital. Seiring masuknya masa panen di Desa Sidamulya, kebutuhan air di wilayah ini mulai berkurang secara drastis. Kondisi ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mengalokasikan distribusi air ke wilayah lain yang masih membutuhkan.

​Tokoh masyarakat petani setempat, H. Dalam, menyampaikan bahwa keberhasilan panen di daerah golongan pertama irigasi ini hendaknya disikapi dengan bijak melalui skema pengaturan pintu air yang adil.

​"Dengan dimulainya panen, kebutuhan air irigasi di daerah yang sudah panen tentunya mulai berkurang. Pintu-pintu air di lokasi yang sudah panen diharapkan bisa ditutup sehingga distribusi air dapat dibagi secara merata kepada daerah lain yang masih membutuhkan pertanaman. Pola distribusi ini sangat penting untuk menjaga keberlangsungannya sekaligus mencegah potensi perebutan air irigasi antardaerah," ujar H. Dalam, Rabu (09/09/2026).

​Harapan Petani: Harga Layak dan Distribusi Pupuk Tepat Waktu
​Selain manajemen irigasi, perhatian terhadap kesejahteraan ekonomi petani juga menjadi sorotan utama. Tingginya produktivitas diharapkan selaras dengan stabilitas harga gabah di tingkat petani agar mampu memberikan nilai tambah serta keuntungan yang layak.
​Petani juga berharap agar koordinasi jelang Musim Tanam berikutnya dapat ditingkatkan, khususnya dalam hal jadwal pembagian air serta alokasi pupuk bersubsidi yang lebih awal.

​"Harapan kami tentu petani mendapatkan harga yang cukup tinggi sehingga dapat menutup biaya produksi dan memperoleh keuntungan yang layak. Ke depan, persiapan serta distribusi air dan pupuk disiapkan lebih awal agar petani bisa langsung memulai tanam tepat waktu," tambah H. Dalam.

​Melalui pendampingan berkelanjutan dari penyuluh pertanian serta dukungan dari dinas terkait, Pemerintah Kabupaten Indramayu optimis bahwa pola budidaya terintegrasi ini dapat terus direplikasi di wilayah lain demi memperkuat posisi Indramayu sebagai salah satu lumbung pangan utama nasional.
(Ari)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • "​Panen Perdana MT II di Sidamulya Tembus 9,4 Ton/Ha" Sinergi Pertanian dan Pengelolaan Irigasi Tepat Guna Jadi Kunci Sukses Indramayu

Terkini

Iklan