SUKARATU, 16 Agustus 2026 — Malam menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Sukaratu, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Bukan pesta mewah atau seremoni besar yang menjadi pusat perhatian. Warga justru memilih merayakan malam kemerdekaan dengan cara sederhana namun sarat makna, yakni liwet bersama di jalan desa.
Hidangan nasi liwet yang tersaji di tengah warga menjadi pengikat kebersamaan. Anak-anak, pemuda, orang tua, tokoh masyarakat hingga perangkat desa duduk berdampingan, menikmati santapan sekaligus bercengkerama dalam suasana penuh keakraban.
Kebersamaan itu semakin terasa ketika mahasiswa KKN Universitas Suryakancana turut berbaur bersama masyarakat. Kehadiran mereka menambah warna dalam kegiatan sekaligus menunjukkan eratnya hubungan antara mahasiswa dan warga selama pelaksanaan KKN di Desa Sukaratu.
Kegiatan malam kemerdekaan tersebut turut dihadiri Pemerintah Desa Sukaratu, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta berbagai unsur masyarakat. Bersatunya seluruh elemen tersebut menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kepedulian, persatuan, serta gotong royong.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sukaratu mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan. Semangat kemerdekaan, menurut pesan yang disampaikan, hendaknya tidak berhenti pada mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi diteruskan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghargai, membantu dan membangun desa secara bersama-sama.
Usai sambutan, suasana semakin meriah. Hiburan warga, obrolan ringan dan gelak tawa mengisi malam di sepanjang jalan desa. Tidak ada kemewahan yang berlebihan, namun justru kesederhanaan itulah yang membuat perayaan terasa dekat dan berkesan.
Liwetan menjadi lebih dari sekadar makan bersama. Di balik sepiring nasi dan lauk yang dinikmati secara bersama-sama, tersimpan pesan tentang pentingnya menjaga hubungan antarwarga.
Jalan desa malam itu seolah berubah menjadi ruang persaudaraan. Sekat usia, pekerjaan maupun latar belakang melebur dalam satu suasana: duduk bersama, berbagi cerita dan menikmati malam kemerdekaan.
Bagi warga Sukaratu, kemerdekaan bukan hanya cerita tentang masa lalu. Kemerdekaan juga tentang bagaimana masyarakat hari ini mampu menjaga persatuan dan menghadirkan kehidupan yang rukun di tengah lingkungan masing-masing.
Malam liwetan di Sukaratu pun menjadi pengingat sederhana bahwa gotong royong adalah kekuatan yang tidak boleh hilang. Dari kebersamaan yang sederhana, tumbuh semangat untuk bersama-sama membangun desa yang lebih maju, harmonis dan sejahtera.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Dari Sukaratu, semangat kemerdekaan terus dirawat melalui kebersamaan.
