CIANJUR – Pembangunan rabat beton di Desa Sukataris memang dinanti, namun cara pengerjaannya dinilai merugikan pengguna jalan harian. Sejumlah sopir angkutan dan pedagang pasar mengeluhkan penutupan jalan selama dua pekan tanpa pemberitahuan yang memadai.
Koordinator warga, Ujang, menyatakan bahwa dukungan terhadap pembangunan infrastruktur tetap besar, tetapi manajemen lalu lintas selama proyek dinilai kacau. "Kami tidak menolak proyek, tapi kami menolak ketidakjelasan. Kalau tahu dari awal, kami bisa stok barang atau cari rute lebih awal. Biaya extra ke juru kunci jalan tikus itu yang paling memberatkan," tegas Ujang.
Warga juga menyoroti metode pengerjaan yang menutup dua sisi sekaligus. Mereka meminta agar pada ruas jalan lain, pekerjaan dilakukan secara bertahap (separuh-separuh) agar akses tetap terbuka.
"Kami meminta pihak desa dan kontraktor untuk menandatangani komitmen tertulis bahwa untuk proyek selanjutnya, sosialisasi wajib dilakukan 3 hari sebelum penutupan, dan jalur alternatif harus disiapkan dengan fasilitas yang layak," pungkas perwakilan warga.(DNY)