CIANJUR, (24/7/2026) – Heboh di Desa Kanoman, Kecamatan Cibeber. Proyek saluran irigasi Kampung Cipadang Gunung dengan anggaran mencapai Rp50 juta justru memicu amarah warga lantaran kualitas dan kuantitas pekerjaan dinilai timpang.
Bukan tanpa alasan, warga setempat, Dede Hermawan, membeberkan fakta mengejutkan di balik proyek tersebut:
1. Anggaran Bahan Baku 'Nganggur'
· Pasir: Dua unit mobil dianggarkan Rp2 juta.
· Batu: Rp1,7 juta, PADAHAL material batu diambil langsung dari lokasi (galian C) tanpa biaya pengadaan.
· Semen: 30 sak dianggarkan, namun hanya terpakai 25 sak. Sisanya baru ditambah setelah warga protes.
2. Upah Pekerja: Hanya 5 Hari!
Pekerjaan berlangsung singkat dengan rincian:
· 2 Tukang @ Rp110 ribu/hari
· 6 Kenek @ Rp120 ribu/hari
Total upah hanya Rp1,08 juta.
"Ini bukan cuma soal irigasi. Kami minta semua pembangunan di Kanoman diaudit. Jangan ada spekulasi!" tegas Dede, Kamis (24/7/2026).
Respons Instansi & Pemerintah Desa
Inspektorat Cianjur melalui Endan Hamdani memastikan akan segera turun tangan: "Tim akan melakukan pemeriksaan mendalam atas aduan ini," ujarnya.
Sementara itu, Pjs Kades Kanoman berdalih persoalan telah selesai. Pihaknya mengklaim Camat sudah memanggil 4 orang media untuk klarifikasi dan mengklaim pekerjaan telah dilakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev).
Kesimpulan Warga: Ada yang 'Hilang' di Jalan?
Dengan adanya temuan sisa material yang tidak jelas peruntukannya dan biaya transportasi yang dinilai membengkak, warga mendesak transparansi anggaran secara terbuka. Kasus ini menjadi ujian bagi pemerintah desa dalam mengelola uang rakyat.(DNY)