Iklan

Iklan

Pemprov Jateng Percepat Huntara Bagi Korban Tanah Gerak Sirampog

klikindonesia
19 Feb 2026, 08:56 WIB Last Updated 2026-02-19T01:58:20Z
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma

Netsembilan.com | Brebes- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah prioritaskan keselamatan ratusan warga terdampak bencana tanah gerak di Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. 

Sebanyak 175 kepala keluarga atau 532 jiwa dari Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, hingga kini masih bertahan di pengungsian akibat pergerakan tanah yang masih aktif dan berisiko tinggi.

Bencana tersebut pertama kali terjadi pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, dipicu cuaca ekstrem yang mengakibatkan lereng dengan kemiringan sekitar 45 derajat bergerak ke arah aliran Kali Keruh di kawasan perbukitan Sirampog.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung meninjau lokasi pengungsian sekaligus memimpin Rapat Penanganan dan Penyerahan Bantuan di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al-Munawir, Sirampog, Rabu (18/2/2026).

Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa langkah paling realistis saat ini adalah memindahkan warga beserta barang-barangnya ke lokasi yang lebih aman serta mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara).

Untuk tanah gerak ini yang bisa dilakukan adalah memindah orang dan barang,” tegasnya.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Brebes mencatat sedikitnya 143 rumah terdampak. Rinciannya, 10 unit mengalami kerusakan berat dan 124 lainnya berada dalam kondisi terancam.

Selain permukiman warga, dua tempat ibadah dan dua fasilitas pendidikan turut terdampak. Akses jalan desa sepanjang kurang lebih 700 meter juga ambles akibat pergerakan tanah.

Perkembangan terbaru menunjukkan tanah masih bergerak ke arah barat daya, dipicu tingginya curah hujan di kawasan perbukitan. Potensi pergerakan susulan dinilai masih tinggi.

Atas kondisi tersebut, Gubernur meminta warga tidak kembali ke rumah masing-masing demi menghindari risiko yang lebih besar.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memberikan arahan


Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah berkoordinasi dengan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk memastikan langkah teknis penanganan.

Rencananya, hunian sementara akan dibangun di lahan petak 34G milik KPH Perhutani Pekalongan Barat yang telah direkomendasikan aman secara teknis.

Sementara itu, pengungsian dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al-Munawir, Dukuh Limbangan. Dapur umum didirikan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) guna memastikan kebutuhan logistik warga tetap terpenuhi.

Dalam kesempatan tersebut, bantuan dengan total nilai Rp175,97 juta turut disalurkan. Bantuan berasal dari BPBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp18,24 juta, Dinas Sosial Jateng Rp90,77 juta, Dinas Ketahanan Pangan Rp18 juta, Dinas Kesehatan Rp11,77 juta, Dinas Pendidikan Rp27 juta, serta PMI Rp10,19 juta.

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah provinsi.

"Terima kasih atas bantuan dan penanganan yang cepat. Bahkan hadir bersama OPD terkait. Masyarakat Brebes tidak perlu khawatir, karena penanganan dilakukan secara gotong royong dan terkoordinasi,” ujarnya.

Di balik data dan angka, warga masih berjuang beradaptasi dengan situasi darurat. Susi Susanti, warga Dukuh Bojongsari, mengungsi bersama tiga anaknya, termasuk bayi berusia 10 bulan.

Ia berharap kebutuhan dasar bayi seperti popok, sabun, minyak telon, dan perlengkapan mandi tetap tersedia selama masa pengungsian.

Hal serupa dirasakan Tona, warga yang rumah kayunya berada di tepi hutan dan dekat aliran sungai. Setiap hujan deras turun, ia mengaku tak pernah benar-benar tenang karena garis tepi sungai kian mendekat ke permukiman.

"Sekarang lebih parah. Tanahnya cepat sekali bergerak. Kalau malam hujan deras, saya tidak bisa tenang,” tuturnya.

Tona berharap dapat direlokasi ke hunian tetap yang benar-benar aman.

"Kalau hunian tetap, saya mau sekali. Supaya bisa hidup tenang,” katanya.

Dengan kondisi tanah yang masih aktif bergerak, relokasi menjadi langkah paling rasional demi menjamin keselamatan 532 jiwa terdampak.

Pemerintah memastikan proses pemindahan dan pembangunan hunian sementara dipercepat sembari menyiapkan solusi jangka panjang berupa relokasi permanen di lokasi yang dinyatakan aman secara geologis***
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pemprov Jateng Percepat Huntara Bagi Korban Tanah Gerak Sirampog

Terkini

Iklan