Iklan

Iklan

Pro Kontra Ekplorasi Geothermal Dibahas di LBH Cianjur

klikindonesia
23 Jan 2026, 17:40 WIB Last Updated 2026-01-23T12:32:25Z
Terungkap antara warga sekitar yang pro dan kontra pada kegiatan eksplorasi Geothermal Gunung Gede Pangrango akibat kesalahpahaman dan minimnya klarifikasi.

NETSEMBILAN.COM | CIANJUR - Diskusi rutin Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (YLBH-C) yang bekerjasama dengan Rumah Bersama Urang Cianjur (RBUC) kali ini mengambil issue hangat di tengah masyarakat, yaitu persoalan pro kontra kegiatan eksplorasi geo termal yang berlokasi di Desa Cipendawa dan Sukatani, Kecamatan Pacet serta Desa Sindangjaya Kecamatan Cipanas. Tema yang diusung adalah Geotermal Gunung Pangrango : Energi Bersih atau Ancaman Ekologi.

Hadir sebagai narasumber yakni  Abdul Qodir Majid dari Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD), Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Ade Bubun, Sedangkan dari Baperinda yaitu Cece Gunawan lalu Hilmi Nurhilman, Aktivis Lingkungan yang juga masyarakat terdapat langsung kegiatan eksplorasi Geothermal Gunung Gede Pangrango. Sementara bertindak selaku moderator adalah Novandi.

Sebagai perwakilan dari YLBHC, mantan ketua dan aktivis senior LBH Cianjur, Unang Margana menjelaskan diskusi publik yang sekarang dilaksanakan adalah bagian dari kegiatan rutin setiap hari Jumat. Dan untuk persoalan pro kontra kegiatan eksplorasi Geothermal Gunung Gede Pangrango, YLBHC tidak masuk pada sisi politik.

"Kita hanya akan mempertegas dan melakukan penguatan wawasan hukum kepada masyarakat," ujar Unang dalam sambutannya. Jumat (23/01/2026).

Aktif lingkungan, Hilmi Nurhilman menjelaskan, kondisi masyarakat sekitar sedikit terpecah antara yang pro, maupun mayoritas kontra terhadap aktivitas ekplorasi Geothermal. Dari dinamika tersebut, sudah ada pihak dari masyarakat yang kontra mengalami pengancaman dan penculikan oleh orang tidak di kenal. Dampak langsung ekologi dan ekonomi lah yang menjadi alasan utama menolak eksplorasi Geothermal Gunung Gede Pangrango.

"Intinya, dari pengetahuan yang saya dapat, dan pengalaman dari eksplorasi Geothermal Gunung Slamet Jawa Tengah,
kegiatan eksplorasi Geothermal akan menyebabkan pergeseran tanah maupun gempa bumi maupun longsor yang akan di derita masyarakat. Itu cuma salah satu alasan penolakan dari warga," jelas Hilmi.

Lagipula, kawasan dimana eksplorasi Geothermal Gunung Gede Pangrango ini masuk dalam kawasan daerah resapan air. Namun pihak negara berdalih dengan menyebutkan bahwa, eksplorasi Geothermal tersebut bukan kegiatan pertambangan.

"Ini bagi saya adalah penipuan hukum," tegas Hilmi.

Dari pihak Pemerintah Kabupaten Cianjur, melalui Ade Bubun selaku perwakilan Dinas Lingkungan Hidup menyebutkan dampak ekologis sudah pasti terjadi pada kegiatan eksplorasi Geothermal Gunung Gede Pangrango, namun adapula dampak positif yaitu selain menyerap tenaga kerja dan terjadinya tambahan pasokan bidang ke energian bagi negara.

"Namun tetap semuanya harus ada proses perijinan perusahaan pelaku eksplorasi Geothermal Gunung Gede, semisal Amdal dan perijinan lainnya," terang Bubun.

Sementara dari informasi yang diperoleh dari masyarakat sekitar eksplorasi Geothermal Gunung Gede Pangrango, terjadinya pro kontra di tengah warga akibat dari terjadinya kesalahpahaman dan minim klarifikasi. Jauh sebelum gonjang-ganjing ekplorasi, beberapa tokoh masyarakat memang sudah menghadiri suatu rapat menyangkut rencana eksplorasi Geothermal di lingkungan mereka. 

"Namun dari pihak tokoh-tokoh yang hadir justru menegaskan supaya tidak terjadi kerugian yang dialami seluruh warga. Baik kerugian secara materiil maupun moril. Dan kami secara pribadi tidak memperoleh apapun juga dari pertemuan tersebut," Ungkap salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya. (Ruslan Ependi)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pro Kontra Ekplorasi Geothermal Dibahas di LBH Cianjur

Terkini

Iklan