Net9.com | CIREBON - Tragis seorang media menjadi korban penganiayaan oleh satu oknum TNI dan dua oknum yang mengaku dari anggota polri di kecamatan kapetakan, kabupeten cirebon, berdasarkan keterangan dari nara sumber warsila menjelaskan, warsila sedang investigasi BBM di wilayah kecamatan kapetakan melihat ada aktifitas mencurigakan pada hari Jumat malam jam 23.30 wib sampai jam 24.30 wib (02/01/2025).
Warsila salah satu media Jaringan Hukum cirebon melihat secara langsung kendaraan roda empat pick up warna hitam sedang membongkar derigen kosong yang berada di rumah warga kertasura kurang lebih sebanyak 50 deligen berukuran 30/35 liter. Dan derigen-derigen tersebut sedang di turunkan dari mobil menuju gudang, setelah itu warsila bertanya kepada si pembongkar derigen tersebut? muat solar tah, kata warsila menanyakan kepada orang yang sedang bongkar tersebut.
Jawab pembongkar," gak tau saya hanya bongkar derigen saja, setelah itu 19 menit kemudian warsila sedang duduk di warung mas bergull /tawija, 10 menit kemudian terus datanglah sebuah mobil minibus Avanza berwarna hitam cuman tidak mengetahui nopol mobilnya, dan dari dalam mobil tersebut turun 3 orang, langsung menghampiri warsila dan di duga dari oknum TNI serta mengaku dua orang dari oknum Polisi dan diduga membeckup pelancir BBM jenis solar timbunan.
Oknum TNI inisial (S) terus langsung mencekek leher warsila tanpa basa-basi dan oknum TNI tersebut mengatakan kepada warsila bilang kamu pemeras, perampok, mengatakan kepada warsila, namun kedua oknum polisi langsung mengeksekusi warsilah(jurnalist) dengan secara kasar dan brutal.
Dan Kedua handphon juga handhset punya warsila di rampas oleh ketiga oknum tersebut, beserta KTA media di rampas dan di buang ke jalan raya setelah warsila di pukul dan di cekek oleh ketiga oknum tersebut..., bahkan ketiga oknum tersebut mengatakan kepada warsila bahwa langsung saja bawa ke polsek, bahwa orang ini bukan anggota dan nanti saya cari tahu bahwa kamu orang media atau bukan.
Oknum TNI berinisial (S) berpangkat perwira kapten, dengan mengatakan kepada warsila kamu kenal ga sama toko masyarakat dari bedulan inisial (G) warsila menjawab..., itu paman saya dan warsila bilang kalau kamu punya nomer handphonnya silakan ditelepon, setelah itu ke 3 oknum tersebut langsung menuju mobil terus tancap gas.
Dan dihari Sabtu jam 13:00 wib warsila dan tiem media membuat pengaduan ke pihak Denpom (PM) Cirebon dan hingga pemberitaan ini di naikkan, pelaku belum juga di tindak secara hukum, dengan adanya peristiwa ini pihak kesatuan TNI dan POLRI berharap bertindak tegas untuk segera..., terhadap oknum yang sewenang-wenang terhadap jurnalist, pungkasnya"
Biro Cirebon