KH. Cepy Hibbatullah (Kang Hibbat) berharap para pembesar di PBNU segera kembali ke jalan yang benar, agar pengurus di daerah tidak terjebak pada dukung mendukung salah satu pihak, yang berujung pada perpecahan di tubuh NU secara keseluruhan.
NETSEMBILAN.COM | CIANJUR - Ulama muda Pimpinan Pondok Pesantren Hibbatussadiyyah 12 Pan, Nagrak Cianjur, KH. Rd. Cepy Hibbatullah menyayangkan masih berlarut - larutnya dinamika kepemimpinan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Bahkan saat ini semakin terpolarisasi dengan sebutan PBNU Hotel Sultan untuk kubu Rois Aam KH. Miftahul Ahyar dan PBNU Kramat dibawah kendali Ketua Tanfidziah KH. Kholil Yahya Staquf.
"Sebagai kader NU, tentu dinamika ini sedikit besarnya mempengaruhi dalam hal berorganisasi," ujar KH. Rd. Cepy Hibbatullah kepada netsembilan.com. Selasa (16/12/2025).
Kang Hibbat, begitu ulama muda ini biasa disapa mengatakan, kisruh di tubuh PBNU sekarang sangat memilukan karena diiringi oleh beredarnya isue-isue yang bersifat nafsu duniawi seperti rebutan domain pada pengelolaan konsesi tambang. Padahal sudah jelas hasil dari Bahtsul Masa'il PBNU sendiri menyatakan kegiatan tambang itu haram dikarenakan adanya mudharat di dalamnya.
"Dalam prinsip berIslam ala Ahlussunah Wal Jamaah An Nahdliyyah, mencegah mudharat wajib didahulukan daripada mengejar maslahat," katanya.
Semua kader NU di daerah, lanjut Kang Hibbat, berharap adanya keinginan politik yang baik dari para pihak yang bersengketa dan ruju' ilal Haq atau kembali ke jalan yang benar. Buang anasir - anasir yang jadi biang kerok pemecah belah, kembalikan konsesi tambang ke negara. Lalu persiapkan Muktamar atau Muktamar Luar Biasa untuk menentukan kepemimpinan yang baru.
"NU itu bukan kendaraan para preman yang boleh berbuat seenaknya. Ibarat lokomotif, NU jelas rel atau jalanya, serta station pemberhentiannya pun sudah ditentukan," sambung dia.
Dirinya beranggapan, siapapun kadernya dalam posisi apapun jabatannya wajib mentaati AD/ART dan Peraturan Perkumpulan sebagai konstitusi berorganisasi. Tidak ada seorangpun yang posisinya bisa melabrak konstitusi berorganisasi itu. Selain itu, suara para ulama sepuh dari jajaran Mustasyar wajib didengarkan. Nahdlatul Ulama itu
Konsep aturan langit, dengan proses mujahaadah dan istikharah. Lalu disusul aturan darat yang bernaung di AD/ART serta Perkum.
"Mohon maaf, bukan saya bermaksud su'ul adab, hatta posisi Rois Aam, apalagi Ketua Tanfidziah PBNU saat ini belum termasuk pada Shohibul Maqom seperti Hadratusyaeik Hasyim Asy'ari. Dan harap diingat pula, Hadratusyaeik Hasyim Asy'ari sendiri apabila hendak mengambil keputusan strategis, selalu konsultasi terlebih dahulu kepada ulama sepuh seperti Syaikhona Kholil Bangkalan," paparnya panjang lebar.
Kang Hibbat juga mengingatkan, berhidmat di NU itu harus ikhlas, jangan berharap mendapkan kenikmatan duniawi. Aktif di NU berarti masuk pada kancah perjuangan melanggengkan faham Islam ala Ahlussunah Wal Jamaah.
"Dan tentu saja harus pula siap dengan konsekuensi sebuah pengorbanan dari perjuangan itu," pungkas Kakang Hibbat. (Ruslan Ependi)