CIANJUR — Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) resmi menggelar Musyawarah Koordinasi Daerah (Muskorda) ketiga yang berlangsung di Hotel Baydil. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Cianjur, Kapolres Cianjur, Dandim 0608, kerbangpol Ketua IJTI Jawa Barat, serta seluruh jajaran jurnalis dan anggota IJTI.
Dalam acara tersebut, Eron resmi terpilih sebagai Ketua IJTI periode 2026–2029. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kepemimpinannya tidak berjalan sendiri, melainkan didukung oleh seluruh pengurus dan senantiasa meminta nasihat dari Dewan Penasihat IJTI.
"Salah satu prioritas kami adalah pemantapan keanggotaan, terutama bagi rekan-rekan yang belum mengikuti Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ). Hal ini sudah menjadi prosedur wajib di IJTI, dan kami akan memastikan seluruh anggota dapat menuntaskannya," ujar Eron.
Ia menekankan tantangan terbesar jurnalis masa kini adalah persaingan di ruang digital yang penuh dengan distorsi algoritma. Banyak informasi yang tidak bertanggung jawab menyebar luas, bahkan tidak sedikit jurnalis yang tersandung masalah hukum hingga nama baik profesi tercoreng. Oleh karena itu, IJTI akan gencar menggelar pelatihan jurnalistik — mulai dari teknik penulisan naskah, pengambilan gambar, hingga menjadi konten kreator yang tetap berpegang pada kaidah jurnalistik televisi.
"Kami bersaing dengan algoritma, tapi kami tidak boleh mengorbankan kredibilitas, nama baik, dan empat poin nasional yang menjadi pegangan kita. Di IJTI, aturan sangat tegas — siapa pun yang melanggar kode etik, keanggotaannya bisa dicabut," tegasnya.
Rencana program ke depan meliputi pelatihan jurnalistik ke sekolah-sekolah, pelatihan internal, serta sosialisasi dan pembinaan kepada TNI, Polri, hingga masyarakat umum. Eron juga mengajak seluruh jurnalis, baik anggota IJTI maupun luar organisasi, untuk tetap berkarya secara jujur, lurus, dan tidak mudah tergoyahkan oleh fitnah maupun tekanan.
"Jangan pernah berhenti berkarya. Ambil berita dengan benar, jangan asal-asalan. Selama karya kita lurus dan benar, jalan kita akan tetap terbuka," pungkasnya.