Netsembilan.com Indramayu – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu program pelatihan kerja gelombang terbaru untuk tahun anggaran APBD 2026.
Acara pembukaan yang berlangsung khidmat ini menandai dimulainya komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran melalui peningkatan kompetensi masyarakat. Di Aula UPTD BLK Selasa 9/6/2026.
Tim Pelaksana Kegiatan BLK Disnaker Indramayu, Didi, menyampaikan bahwa program pelatihan kali ini diikuti oleh puluhan peserta yang tersaring dari berbagai wilayah.
"Total ada 72 peserta yang ikut dalam pembukaan kali ini. Mereka terbagi ke dalam empat kejuruan atau bidang keahlian yang pendaftarannya terbuka baik untuk pria maupun wanita," ujar Didi saat ditemui di lokasi kegiatan.
Adapun rincian kuota peserta untuk keempat kejuruan tersebut meliputi:
Kelas Mengemudi: 20 orang
Digital Marketing: 20 orang
Operator Forklift: 16 orang
Servis Sepeda Motor: 16 orang
Didi menjelaskan bahwa seluruh pembiayaan program pelatihan ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2026.
Hal ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam memfasilitasi warganya agar memiliki keahlian yang relevan dengan kebutuhan pasar industri saat ini.
Durasi Pelatihan Berbeda Tiap Kejuruan Terkait jalannya pelatihan, Didi memaparkan bahwa durasi waktu pelaksanaan disesuaikan dengan kurikulum masing-masing kejuruan.
Untuk kelas Mengemudi dan Digital Marketing, pelatihan dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 8 Juni hingga 26 Juni. Sementara itu, untuk kelas Operator Forklift, pelatihan akan memakan waktu intensif selama 24 hari kerja, dimulai dari 9 Juni hingga 9 Juli.
"Antusiasme Tinggi Hingga Pelosok Daerah Program pelatihan ini rupanya mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat. Hal ini terlihat dari sebaran asal daerah para peserta didik. Tidak hanya dari wilayah perkotaan, peserta terjauh bahkan tercatat ada yang berasal dari Kecamatan Sukra, wilayah yang berada di ujung barat Kabupaten Indramayu.
"Pesertanya campur, ada laki-laki dan perempuan. Bahkan yang paling jauh ada yang mendaftar dari Kecamatan Sukra. Untuk sistemnya, mereka memilih pulang-pergi dari rumah menuju tempat pelatihan," tambahnya.
Melalui pelatihan intensif ini, pihak BLK Disnaker Indramayu menaruh harapan besar bagi masa depan para peserta. Program ini didesain bukan hanya memberikan teori, melainkan lebih banyak porsi praktik langsung agar peserta benar-benar menguasai keahliannya.
"Harapan kami tentu saja para peserta didik ini bisa menyerap ilmu dengan baik, mendapatkan pengalaman berharga, dan setelah selesai pelatihan nanti, mereka bisa langsung bekerja dengan cepat di dunia industri atau membuka usaha mandiri," pungkas Didi.
(Ari )