Net9.com / CIREBON KOTA - Dugaan adanya mafia Proyek yang dilakukan oleh Oknum Pegawai dinas di kota cirebon kini bukan hanya sekedar katanya atau di duga, akan tetapi masyarakat kota cirebon mendengar kabar tersendiri, karena kabar tersebut sudah tersiar di masyarakat, sehingga masyarakat kota Cirebon menyoal dugaan jual beli Proyek tersebut.
Dengan adanya kabar miring tersebut, dinas pendidikan kota cirebon kini menjadi buah bibir di kalangan masyarakat kota cirebon. Pasalnya dugaan tersebut menyorot pada kepala bidang (kabid) Diksar bernisial (AC) yang diduga melakukan Jual beli paket proyek dengan nilai yang sangat fantastis sebesar 16% dari nilai pagu anggaran proyek tersebut.
Saat awak media skm buser menyambangi kantor dinas pendidikan kota cirebon guna melakukan konfirmasi kebenaran berita miring tersebut kepada kepala bidang (kabid) Diksar yang berinisial (AC) namun sayangnya tidak ada di kantornya.
Tak berhenti di situ, awak media juga melakukan konfirmasi ke sarpras sebut saja (WU) mengatakan "bahwa ibu kabid sedang ke bandung ada acara bintek." Paparnya
Saat awak media mendapatkan informasi dari beberapa narasumber bahwasanya kabid tersebut sedang berada di SDN jabang bayi sedang ada acara, dari keterangan sarpras inisial (WU) tersebut diduga telah memberikan informasi palsu atau hoax.
Saat awak media skm buser korfirmasi lagi melalui sambungan telekomunikasi watshaap pada hari kamis 06/08/2026 tidak merespon.
Saat awak media mewawancarai salah satu narasumber sebut saja (AM) "yang saya ketahui dan yang pernah saya alami bu kabid Diksar meminta setiap kegiatan pekerjaan di Disdik tersebut hingga 16%. Setelah di potong ppn+pph, kwalitas mau bagus di mana dari dinas nya saja sudah dipotong begitu besar, bila mana ada temuan bpk dan inspektorat pelaksana atau pemborong yang akan mengembalikan temuan tersebut, saya rasa oknum kabid ini sudah sangat keterlaluan guna jual beli proyek dinas pendidikan kota cirebon." Ungkapnya
Team investigasi media skm buser akan melayangkan surat kepada kepala dinas pendidikan (kadisdik) kota Cirebon. Kami harap agar aparat penegak hukum (aph) dan kejaksaan kota cirebon segera mengaudit dinas pendidikan kota cirebon.
Hingga berita ini diterbitkan kepala bidang (kabid) Diksar belum merespon awak media guna konfirmasi dan klarifikasi atas dugaan tersebut hingga pemberitaan ini diturunkan.
Tiem