Netsembilan.com INDRAMAYU – Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Perum Bulog Cabang Indramayu menggelar Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) di halaman Gedung Landrad Alun-Alun Indramayu, Jawa Barat, Jumat (13/3/2026).
Program ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Indramayu Lucky Hakim secara simbolis menyerahkan paket sembako bersubsidi kepada masyarakat. Setiap paket dapat ditebus dengan harga Rp40 ribu.
Paket sembako yang disediakan dalam program OPADI berisi sejumlah kebutuhan pokok, yakni beras premium 3 kilogram, minyak goreng premium 1 liter, gula pasir merek Rosebrand 1 kilogram, serta tepung terigu Tulip 1 kilogram. Harga paket tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
“Ini merupakan cara pemerintah untuk mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas harga bahan pokok, serta membantu daya beli masyarakat, khususnya dalam menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H,” ujar Lucky.
Program OPADI merupakan inisiatif pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), sebagai langkah intervensi pasar guna menekan lonjakan harga kebutuhan pokok.
Melalui program ini, pemerintah menyediakan paket bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula putih, dan tepung terigu dengan harga yang telah disubsidi. Besaran subsidi yang diberikan cukup tinggi, bahkan selisih harga dengan pasar bisa mencapai sekitar 34 persen hingga lebih dari 50 persen.
Sementara itu, Waka Bulog Cabang Indramayu, Rendy Saktiko, mengatakan
total paket yang disediakan dalam kegiatan ini mencapai 5.286 paket yang didistribusikan ke beberapa kecamatan.
Yakni meliputi Kecamatan Indramayu sebanyak 1.626 paket, Jatibarang 900 paket, Karangampel 660 paket, Terisi 540 paket, Kandanghaur 780 paket, dan Anjatan 780 paket.
"Program ini diprioritaskan bagi masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah, meskipun masyarakat umum juga dapat memanfaatkannya,"ucapnya.
Mekanisme pembelian dilakukan menggunakan kupon yang sebelumnya telah dibagikan kepada masyarakat. Penukaran paket dilakukan langsung di lokasi kegiatan dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) sebagai syarat pengambilan.
"Melalui OPADI, pemerintah berharap stabilitas harga pangan dapat tetap terjaga serta kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan,"ujarnya. (Ari)