SUBANG - TNI/Polri Bersama Masyarakat Desa Cilamaya Girang Kabupaten Subang Laksanakan Karya Bhakti membersihkan sungai, menanam pohon dan memberikan bansos serta pengobatan gratis.
Karya Bhakti itu dilaksanakan, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta untuk mewujudkan masyarakat yang hidup sehat dan nyaman.
Sekitar 500 orang terdiri dari TNI/Polri, Forkopimda, BPBD, Pol PP, DLHK, Damkar, GM FKPPI, KB FKPPI, PPM, Pramuka dan masyarakat setempat, membersihkan sungai dan penanaman pohon di kali cigiwang Desa Cilamaya Girang, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang. Senin, 15 Januari 2024.
Kegiatan inipun dilakukan secara serentak di beberapa titik yang menjadi fokus perhatian, dengan harapan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, aman, dan nyaman untuk masyarakat sekitar, dengan sasaran sungai sepanjang 500 meter dan pohon 500 batang.
Dandim 0605/Subang Letkol Inf Bambang Raditya menyampaikan, kegiatan ini merupakan perintah dari Kasad dan Kapolri untuk membantu masyarakat dalam mengantisipasi bencana banjir karena sudah memasuki musim penghujan, dengan melibatkan stakeholder yang ada di Kabupaten Subang.
“Kita ingin membantu masyarakat dalam upaya pencegahan banjir, terlebih aliran sungai ini mengaliri persawahan yang sudah 3 Musim tidak bisa menanam,” ujarnya.
Lebih lanjut Komandan Kodim 0605/Subang, menyampaikan kegiatan karya bakti pembersihan sungai dan penanaman pohon ini merupakan salah satu langkah konkret untuk turut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kegiatan ini bukan hanya tanggung jawab kita sebagai prajurit TNI, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Dengan bersinergi, kita dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman untuk kehidupan sehari-hari,” Pungkasnya.
Di tempat yang sama Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu, mengajak seluruh warga Desa Cilamaya Girang untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan cara tidak membuang sampah sembarangan.
“Sampah yang dibuang sembarangan dapat menjadi sumber penyakit, menciptakan lingkungan yang tidak nyaman, dan merugikan keberlanjutan lingkungan hidup.” Ungkap Kapolres Subang.***
