Netsembilan.com Indramayu Penggiat Anti Korupsi Universitas Gadjah Mada Dr. Oce Madril menilai, Jaksa Agung RI Burhanuddin patut diapresiasi karena telah memerintahkan secara tegas kepada jajarannya untuk mengungkap permainan para mafia pelabuhan antara lain importir dan eksportir nakal.
Pemeriksaan dan investigasi secara masif sangat dibutuhkan bukan saja untuk kepentingan penegakan hukum tetapi juga untuk perbaikan sistem,” ujar Oce kepada wartawan pada jum'at 8/4/2022.
“Saya berharap ada perbaikan tata kelola di berbagai segmen terkait dengan tupoksi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI, kemudian ada regulasi yang tegas sehingga tidak dapat diintervensi oleh lembaga manapun karena tujuannya adalah untuk memaksimalkan penerimaan keuangan Negara,” tambahnya.
Dikatakan Oce, bahwa tindakan yustisial berupa penetapan Tersangka dilanjutkan dengan penahanan terhadap personil Bea Cukai merupakan langkah yang perlu didukung dan diapresiasi.
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI merupakan salah satu lembaga yang terkait dengan penerimaan keuangan Negara, akhir-akhir ini menjadi sorotan publik karena adanya beberapa pemeriksaan di Kejaksaan Agung terkait dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang di bawah Kementerian Keuangan RI.
Carut marutnya kegiatan ekspor impor di republik ini, lanjut Oce, tidak terlepas dari kebijakan Presiden RI Joko Widodo dalam berbagai kesempatan menyampaikan pentingnya melindungi komoditas dalam Negeri akibat derasnya barang impor menggunakan label barang dalam Negeri.
"Penyalahgunaan izin ekspor dan impor, masuknya importir nakal yang membuat seolah-olah fungsi penegakan hukum atau penindakan dari Bea Cukai tidak berjalan optimal bahkan terkesan ada kerjasama terselubung. (Ari)
