Iklan

Iklan

Ruatan Bumi Di Parigi Bernuansa Islami

3 Nov 2020, 19:33 WIB Last Updated 2020-11-03T12:34:31Z

NETSEMBILAN.COM | SUBANG- Ruat bumi merupakan budaya kehindu-hinduan atau ritual turun temurun sejak jaman nenek moyang, dimana ruat bumi tersebut dilakukan setiap hendak musim tanam padi pertama setelah panen "katiga".

Ruat bumi ini biasanya dilakukan disetiap pemerintahan desa, dipimpin oleh kepala Desanya, dan diikuti oleh semua perangkat Desa, Lembaga Kemasyarakat Desa dan semua lapisan masyarakat desa dalam acara yang lumayan meriah.

Namun ada yang berbeda dengan ritual ruat bumi yang baru saja digelar di Desa Parigimulya Kecamatan Cipunagara Kabupaten Subang, senin, 03/11/20, sekira pukul 14:00 WIB.

Jika pada umumnya ruat bumi itu digelar dengan pementasan wayang kulit sebagai ritual pokonya lalu dilanjutkan dengan pawai akbar keliling desa dengan menggunakan berbagai fasilitas atau alat yang berkaitan dengan pertanian, sambil disirami air disepanjang jalan.

Desa paringi mulya Kecamatan Cipunagara, ruat bumi ini digelar, dengan acara maulid atau "marhabaan" yang diikuti oleh seluruh perangkat desa dan lembaga kemasyarakat desa, sambil membaca maulid barjanji bersama-sama, yang dipimpin oleh beberapa orang Ustad sepempat.

Saat dikonfirmasi usai acara, ketua BPD Desa Parigi mulya, Darman Darmawan mengatakan, bahwa ruat bumi ini memang sebuah budaya buhun yang harus kita pelihara, dan makna dari ruat bumi ini intinya mengajak seluruh lapisan masyarakat agar selalu bersyukur kepada allah swt, atas semua nikmat yang telah allah berikan kepada kita semua.

RUAT BUMI DI PARIGIMULYA BERNUANSA ISLAMI

Ruat bumi ini sengaja dikemas bernuansa islami, karena kan sekarang mayoritas warga beragama islam, namun walau demikian ritual aslinya tidak kami hilangkan, seperti pementasan wayang kulitnya, tetap kami gelar walau hanya sekedar sarat saja sesuai dengan kekayinan para sesepuh kampung, walaupun dilakukan dengan sangat sederhana sekali karena tidak disertai dengan tim atau panayagan seperti pada umumnya, ujar Darman.

Ditempat yang sama kepala desa parigimulya,  H. Aang, mengatakan, memang ruat bumi tahun ini tidak seperti biasanya, pertama karena situasinya dalam kondisi waspada covid-19, saya juga kan harus mendukung program pemerintah yang salah satunya jaga jarak dan hindari kerumunan, maka ruat bumi kali ini saya buat sesederhana mungkin, dan diisi dengan ritual keagamaan sekaligus berdoa kepada allah agar kita semua terhindar dari covid-19, pungkas Aang.


Laporan : Jayalangit
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ruatan Bumi Di Parigi Bernuansa Islami

Terkini

Topik Populer

Iklan

Close x