New Normal, Siswa SMP Negeri 1 Cikalong Kulon Secara Daring dan Luring
Cari Berita

Advertisement

New Normal, Siswa SMP Negeri 1 Cikalong Kulon Secara Daring dan Luring

July 29, 2020


Foto:jun/red/netsembilan.com

NET 9 | CIANJUR - Dengan adanya Penerapan New Normal didunia Pendidikan oleh pemerintah pada awal tahun ajaran baru 2020/2021 SMP Negeri 1 Cikalong Kulon Jln. Aria Wiratanudatar,Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur terapkan sistem belajar mengajar secara daring guna pencegahan penularan covid-19, dan sistem belajar secara Luring. Kelas 7,8,9 SMP yang mengikuti pembelajaran model daring pengumpulan tugas langsung lewat daring. Siswa tidak hadir ke sekolah. Model luring orang tua mengambil bahan ajar dan menyerahkan tugas satu minggu sekali jadi tidak ada siswa yang ke sekolah.

Salah satu Sekolah Menengah Pertama yakni SMP Negeri 1 Cikalongkulon sudah membuka sekolah saat penerapan new normal dengan pembelajaran secara daring dan luring kepada siswa. Dalam menghadapi NEW NORMAL ini siswa belajar melalui sistem daring yang menggunakan aplikasi zoom, WA, dan email guna pencegahan dan pengendalian covid-19.

Kepala sekolah SMP Negeri 1 Cikalong kulon Dra. Yetty Nurhayati M.Pd, ketika diwawancarai NET9, mengatakan dari bulan Maret pembelajaran jarak jauh daring dan luring. Libur akhir tahun 2 Minggu, 30/6/2020 hingga 12/7/2020. Siswa baru (kelas 7) juga sama daring dan luring.Daring untuk yang punya HP luring untuk tidak punya HP. Siswa tidak ke sekolah, setiap minggu yang ke sekolah orang tua. Masuk sekolah 13/7/2020 diawali dengan MPLS daring 13-17 Juli 2020 untuk kelas 7, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, Rabu (29/7/2020).

"Yetty Nurhayati menjelaskan, pihaknya khawatir jika belajar mengajar ini terus dilakukan secara daring untuk karena besar kemungkinan siswa sulit untuk menangkap dan menerima pelajaran yang di sampaikan melalui daring, apalagi bagi siswa yang tidak memiliki Hp atau alat pendukung lainnya untuk proses belajar secara daring itu sangat mengkhawatirkan.

Lanjutnya, apalagi siswanya tidak miliki Hp dan kendala pertama itu dengan jaringan atau sinyal untuk belajar secara daring.

Yetty Nurhayati berharap semoga pandemi Covid-19 ini secepatnya berakhir dan menjadi Zona Hijau sehingga kegiatan belajar mengajar bisa dilakukan secara langsung dan bertatap muka dengan siswa, karena jika terus menerus secara daring besar kemungkinan siswa banyak yang kurang memahami mata pelajaran yang disampaikan oleh guru-guru, dan sulit untuk menerimanya. (jun)