Perlu Dibantu, Kondisi Rumah Keluarga Pemulung Nyaris Roboh
Cari Berita

Advertisement

Perlu Dibantu, Kondisi Rumah Keluarga Pemulung Nyaris Roboh

July 29, 2020



Foto:ded/netsembilan.com

NET 9 | CIANJUR - Miris dan prihatin, melihat kondisi rumah dengan ukuran 6x7 M, keluarga pemulung reyod nyaris roboh, milik Esih (55) seorang ibu enam anak, janda ditinggal mati suami, butuh perhatian pemerintah melalui dinas terkait.

Keluarga pemulung tersebut, perlu dibantu, asal warga Kampung Cisirihkaler RT02/ O5, Desa Babakan Caringin, Kecamatan. Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

"Saya terpaksa mencari uang sebagai pemulung, kadang bantu-bantu juga sebagai pembantu ibu rumah tangga (IRT)," akunya kepada awak media, Rabu (29/7/2020).

Esih bercerita, dirinya kini menanggung beban keluarga seorang diri. Karena, sudah sekitar satu tahun suaminya meninggal.

"Anak saya keseluruhan ada enam, dua sudah berkeluarga, lalu dua masih kecil. Dan, yang dua lagi putus sekolah hanya tamatan SD," ujar Esih, terpaksa anak putus sekolah karena tidak punya biaya.

Terpisah, Ujang Dahlan (40) warga setempat membenarkan, melihat kondisi rumah milik ibu Esih nyaris ambruk, lalu genteng pada pecah (belah), saat hujan selalu bocor, bangunan rumah keseluruhan diselimuti bilik dan kayu sudah mulai rapuh.

"Bila turun hujan selalu banjir, air hujan menggenangi rumah. Merasa khawatir setiap hari," katanya diamini Niken (38) warga lainnya.

Dahlan memaparkan, takutnya kalau ada angin kencang. Khawatir akan roboh, terbawa angin. Karena, atap dan tahananya atau semua sekeliling sudut ruang bangunan sudah banyak yang rapuh.

"Apalagi di sama pandemi Covid-19 saat ini, mencari uang susuh. Ya, sedih kang? melihat seorang ibu kerjanya sebagai pemulung lagi," imbuhnya.

Terakhir Dahlan berharap, ada bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Cianjur melalui beberapa dinas atau lembaga terkait. Artinya, bisa peduli, untuk membangun rumah milik ibu Esih. Apalagi anaknya perlu pendidikan, jangan sampai putus sekolah.

"Baik itu para donatur, atau dermawan siapa saja. Apalagi saat ini ada program rumah tidak layak huni (Rutilahu)," tandasnya, yang selalu digembor-gemborkan.(Ded/*)