Insiden Kebakaran Rumah Milik Isah, Satu Orang Luka Bakar
Cari Berita

Advertisement

Insiden Kebakaran Rumah Milik Isah, Satu Orang Luka Bakar

July 28, 2020


Foto:die/netsembilan.com

NET 9 | CIANJUR - Rumah panggung ukuran 4x6 meter milik, Isah (70) warga Kampung Kawunggading RT 03/12, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ludes terbakar api rata dengan tanah tak tersisa, pukul 17.55 WIB, Selasa (28/7/2020) malam.

Kepala Desa (Kades) Sukakerta, Rudi Hadiansyah membenarkan, kejadian kebakaran rumah menimpa salah satu warganya. Kerugian ditaksir Rp30 juta, karena api menghanguskan satu unit rumah panggung, bahan kayu beserta isinya.

"Harapan saya, semoga pak bupati melalui Dinas Sosial (Dinsos) ataupun BPBD segera memberikan bantuan," katanya, seperti halnya dibutuhkan saat ini pakaian, terus sembako dan pembangunan rumah kembali.

Rudi memaparkan, karena yang bersangkutan merupakan warga kurang mampu, dan lansia. Adapun yang bersangkutan (korban) telah direlokasi sementara di rumah anaknya, yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Masih sambunganya, lalu ada satu korban Itoh (70) mengalami luka ringan yaitu tetangganya. Sebelumnya, saat detik-detik kejadian beliau bermaksud menolong namun kobaran cepat membesar. 


"Naas tertimpa kabel jaringan PLN yang putus terbakar, dan mengenai tangannya. Sehingga mengalami luka bakar," ujar Kades Sukakerta. Dan, saat ini korban (Itoh) sudah ditangani, sudah dibawa Puskesmas Cilaku.

Komandan Regu Damkar Unit Cianjur kota, Hendra Gunawan membenarkan, ada laporan dari warga. Informasi rumah panggung milik salah satu warga terbakar, titik api berasal dari tungku.

"Kami tiba di lokasi sekitar pukul 18.30 WIB, menurunkan dua unit armada Damkar," katanya.

Pihaknya menyampaikan, kondisi jarak tempuh menuju lokasi sekitar 10 kilometer. Dan, menurunkan 10 personil, tapi sayang api dengan cepat membakar bangunan rumah dan seisinya.

"Masih beruntung tidak ada korban jiwa, hanya saja kerugian material dan pemilik rumah mengalami luka ringan," tandasnya.

Sementara itu, Muhidin (42) menantu ibu Isah mengatakan, api berasal dari tungku dapur Masih beruntung mertua bisa menyelamatkan diri, hanya saja salah satu tetangga hendak mau menolong mengalami luka ringan.

"Sementara ditaksir kerugian mencapai Rp30 juta," akunya.

Mudin berharap, ada bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemkab) Cianjur, maupun para dermawan. Misalnya melalui program rumah tidak layak huni (Rutilahu), semoga peduli mau membantu. Karena, mertuanya termasuk warga tidak mampu sudah tua.

"Pemerintah bisa membantu. Apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini, sedang serba susah mencari uang," harapnya.(die)