Waduh, Oknum Guru MTs di Cianjur Diduga Pungli Pendaftaran Melanjutkan Sekolah
Cari Berita

Advertisement

Waduh, Oknum Guru MTs di Cianjur Diduga Pungli Pendaftaran Melanjutkan Sekolah

June 29, 2020



(Foto:ilustrasi/net)

NET 9 | CIANJUR - Masa pandemi Covid-19, masih saja ada pungutan liar (Pungli) terjadi. Padahal, hal tersebut tidak diperbolehkan oleh pemerintah. Artinya, Jangan sampai membebani peserta didik untuk penuntut ilmu.

Seperti halnya, terjadi di dunia pendidikan, yang diduga pungutan liar meneruskan atau melanjutkan sekolah ke tingkat berikutnya (kelas 3) dilakukan oknum guru di MTs Negeri 3 Cianjur, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

"Pungutan sekitar Rp40 ribu per siswa, kepada peserta didik kelas 3. Itu jumlahnya ada sekitar 190 siswa," aku MD (50) salah satu orangtua siswa warga Kecamatan Ciranjang, Minggu Sore (28/6/2020).

MD (50) orangtua murid MTs Negeri 3 Cianjur membenarkan, kalau Penerima Peserta Didik Baru (PPDB) aman. Artinya, tidak ada masalah yang dikeluhkan sejumlah orangtuanya murid.

"Tapi yang rawan itu, yang 190 siswa. Hari kemarin saja orangtua siswa banyak yang mempertanyakan soal diminta Rp40 ribu," katanya, Senin 29/6/2020.

Terakhir, Ia menyambungkan, jumlah sekitar 190 siswa itu, bukan PPDB, yang 190 itu pungutan untuk yang meruskan atau melanjutkan sekolah.

"Pendaftaran ada yang lewat online, tapi ada juga yang datang secara langsung," ujar MD.

Terpisahkan, salah seorang guru MTs Negeri 3 Cianjur, AS menjelaskan, sebetulnya tidak ada niatan kesitu. Sebelumnya juga berpikir akan berdampak, tapi itu kebutuhan atau keperluan di sekolah juga. Akan dikembalikan ke orangtuanya siswa yang sudah diminta, tapi diserahkan secara bertahap.

"Per siswa itu dipinta tidak semuanya, hanya sekitar 100 siswa saja kang? berjanji akan dikembalikan," akunya saat ditemui langsung, konfirmasi, Minggu sore (28/6/2020).

AS mengakui, memang benar dipinta tapi itu tujuannya untuk kepentingan atau keperluan sekolah juga. Karena, perlu ada yang dibayar hal teknis tak terduga. Maka itu, terpaksa dipungut sekitar Rp40 ribu per siswanya.

"Ya, mohon maaf. Janji, akan dikembalikan lagi ke orangtua siswa masing-masing. Karena hal ini, untuk menjaga nama baik sekolah dan saya secara pribadi," ujarnya, dan terima kasih sudah saling mengingatkan.(Red)