Waduh Berlanjut, Polemik Proyek Citimall Warga Mengadu ke DPRD Cianjur
Cari Berita

Advertisement

Waduh Berlanjut, Polemik Proyek Citimall Warga Mengadu ke DPRD Cianjur

June 30, 2020



(foto/mt/netsembilan) : Komisi A dan Komisi C, DPRD Kabupaten Cianjur, Akan Mengambil Sikap, Apabila Aspirasi Masysarakat Tidak Terealisasikan.

NET 9 | CIANJUR - Polemik pembangunan Citimall, di Cianjur, Jawa Barat, akhirnya warga berlanjut mengadu audensi ke DPRD Kabupaten Cianjur, melalui Komisi A dan Komisi C, pukul 13.30 WIB, Selasa (30/6/6/2020).

Sebelumnya, puluhan warga Kampung Salakopi RW 14, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat beraudensi di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Cianjur, Senin (29/6/2020) kemarin.

Kankan (52) dan Ajat Munajat (50) dua perwakilan dari warga Kelurahan Pamoyanan RW 14 menyampaikan keinginannya, secara garis besar permasalahan sarana atau fasilitas air bersih. Itu saja permintaan warga tidak ribet alias tidak ada kontek atau niatan lain.

"Jelasnya minta air bersih mengalir sampai ke sejumlah rumah warga, minta kepada pihak perusahaan untuk direalisasikan. Jangan sampai ingkar janji," pintanya kepada pihak PT Waringin dan Citimall, saat audensi mengadu ke jajaran anggota Komisi A dan C, DPRD Kabupaten Cianjur, siang.

Hasil audensi atau kesepakatan antara kedua belah pihak tersebut, menunggu waktu selama sebulan realisasi maksimalnya. Nantinya, akan membentuk tim gabungan dari beberapa lembaga atau instansi terkait.

Bila tidak ada jalan penyelesaian, Komisi A dan Komisi C, dari anggota DPRD Kabupaten Cianjur, juga Kesbangpol Kabupaten Cianjur, akan bertindak langsung. Artinya, untuk menutup sementara pekerjaan proyek Citimall, yang saat ini berjalan digeber pembangunannya oleh PT Waringin (kontraktor) dan PT Nirvana (vendor).

Sementara, Kepala Kesbangpol Kabupaten Cianjur, Dadan Ginanjar mengatakan, aspirasi disampaikan akan ditampung dan akan ditindaklanjuti juga. Dan, semua sudah selesai. Mudah-mudahan tidak terjadi hal diharapkan, maka itu audensi harus ada hasilnya dari kedua belah pihak.

"Kami hanya memfasilitasi saja, nanti hasilnya tergantung dari kedua belah pihak bagaimana. Artinya, semua keluhan warga akan diakomodir dulu," terangnya.

Masih katanya, juga menyampaikan ada beberapa instansi terkait yang akan turut serta dilibatkan sebagai tim tersebut. Diantaranya, akan dilibatkan Dinas Perizinan Kabupaten Cianjur, Dinas Lingkungan Hidup DLH) Cianjur, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Cianjur, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

"Sekarang bersabar dulu, dan meminta warga percaya. Karena, saat ini permasalahan masih dikomunikasikan dengan pihak perusahaan," ujar, Dadan.

Terakhir, Kepala Kesbangpol Kabupaten Cianjur menambahkan, tujuannya supaya masyarakat nyaman. Karena, diberikan perhatian dan perusahaan pun tidak terganggu. Jadi sama-sama memahami dan mengerti keluhan aspirasi disampaikan. Perusahaan sendiri, itu kan? sudah memiliki dasar hukum, sesuai Peraturan Menteri (Permen) PUPR Nomor 24, tidak ada izin tetangga juga sudah bisa jalan. 

"Tapi, karena adanya kearifan sosial, jadi perusahaan harus ada itikad baik bisa berkomunikasi dengan warga sekitar," papar Dadan.

Terpisah, Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kabupaten Cianjur, Hj. Asni Aprianti mengatakan, audiensi saat ini intinya, untuk memfasilitasi pertemuan antara masyarakat dengan pihak perusahaan. Mungkin ada beberapa permintaan yang memang diinginkan oleh masyarakat, sebenarnya kalau melihat permintaan tidak terlalu sulit.

"Itu berhubungan dengan air, minta difasilitasi. Sudah dilakukan musyawarah, mungkin pihak PT Waringin dan pemerintah sudah menyepakati apa yang diinginkan," katanya. 

Masih kata Hj. Asni menyambungkan, tapi mungkin ada progres dan jalan yang harus ditempuh terlebih dahulu, mulai dari pengkajian penganalisaan. Yaitu, antara masyarakat dengan pemerintah. 

"Sebelumnya sempat tegang dan merasa kecewa masyarakat, tapi setelah mediasi alhamdulillah ada titik temu," jelasnya.

Terakhir, Asni menambahkan, dewan akan atau bisa mengambil sikap, apabila permintaan yang diminta oleh masyarakat tidak terealisasi oleh pihak perusahaan tersebut.

"Mungkin akan mengambil sikap, untuk menutup sementara pekerjaan. Itu juga, bila tidak direalisasikan secepatnya," tegasnya.

Sementara, Promosi TR Citimall Cianjur, Fauzi memaparkan, kendala saat ini, terutama soal air. Karena, selokan tersumbat, ditambah air sumur kering. Hal itu di vendor yang mengerjakan semua itu, artinya tidak rapih.

"Sebelumnya sudah diajukan juga ke kontraktor untuk air sumur," katanya, itu ke rumah-rumah warga sekitar terkena imbas. Yaitu membantu ngasih empat toren. Cuman, permintaan warga sekarang lain lagi berubah. 

Terakhir, Fauzi menyampaikan, akan ditampung dulu apa diinginkan. Nanti, akan disampaikan ke pimpinan baik itu vendor dan kontraktor. Karena harus berembuk dulu, baiknya seperti apa, nanti akan disampaikan.

Ia menyambungkan, jelasnya akan disampaikan, dan menunggu hasilnya seperti apa. Pasalnya harus disurvei dulu, yang difasilitasi pihak pemerintah juga mendampingi. 

"Jadi akan membentuk tim gabungan, untuk melakukan kajian juga evaluasi ke lapangan rumah-rumah warga. Nanti, setelah itu baru ketahuan seperti apa realisasinya," pungkasnya.(mt/pen)