LSM Gagak Cianjur : Anggaran Pungli Insentif Covid-19 Dikembalikan 45 Persen, Lalu Sisanya Kemana?
Cari Berita

Advertisement

LSM Gagak Cianjur : Anggaran Pungli Insentif Covid-19 Dikembalikan 45 Persen, Lalu Sisanya Kemana?

June 28, 2020


(foto/ilustrasi/net)

NET 9 | CIANJUR - LSM Gerakan Aku Geram Anti Korupsi (Gagak) Cianjur menyampaikan, informasi terkini diterima dari pihak RSUD Kabupaten Cianjur, pungutan liar (Pungli) soal anggaran insentif Covid-19, per orang Rp900 ribu hingga Rp2 juta sudah dikembalikan 45 persen.

Ketua Gagak Cianjur, Tirta Jaya Pragusta mengatakan, informasi terbaru, sudah dikembalikan 45 persen, dari total nominal yang dipungut yaitu dari mulai Rp.405.000 hingga Rp.900.000 yang dikembalikan. Sedangkan, sisanya yang 55 persen yaitu Rp.495.000 sampai Rp.1.100.000 yang dipungut setiap perawat, yang mendapatkan insentif Covid-19. Itu katanya dibagikan kepada perawat, yang tidak mendapatkan insentif juga, para perawat senior.

"Nah, sedangkan anehnya masa perawat senior dikasih lagi. Padahal, mereka juga mendapatkan insentif. Apakah mereka juga dipungut sama seperti yang lain," kata Ketua Gagak Cianjur, Minggu (28/6/2020).

Itu hasil ketika hasil konfirmasi, kata Tirta, langsung tidak lama semua perawat dikumpulkan, dengan alasan rapat legal miting. Tapi, isinya seperti itu, dan juga menekan kepada semua perawan jangan sampai bocor keluar, perihal ini itu dinyatakan oleh salah satu dokter di RSUD Kabupaten Cianjur.

LSM Gagak Cianjur mendesak Dinkes Cianjur, seharunya bisa berperan menanggapi persoalan ini. Karena, hal ini sudah menyalahi aturan. Dan, memotong hak pribadi perawat yang sudah bekerja lelah, untuk menjadi tim Covid19, yang resikonya sangat besar.

"Kejadian permasalahan ini, infonya tidak diketahui juga oleh Dirut RSUD Cianjur," kata Tirta.

Pihaknya menilai, juga tetap menyangkal pernyataan pihak Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Cianjur, yang menyatakan bahwa Cianjur sudah aman. Tapi, faktanya masih ada yang terjangkit virus Corona juga semakin banyak. 

"Seperti  ODP dan PDP, setelah ditetapkannya new normal atau masuk jona hijau," ujar Tirta.

Masih sambungnya, berharap pemerintah jangan menutupi fakta yang ada. Hanya untuk kepentingan pribadi atau golongan saja, dan juga bisa ngengungkap yang sebenarnya ke publik.

"Bila perlu kita siap uji petik langsung ke lapangan, untuk pembuktiannya. Supaya publik semua tahu yang sebenarnya," beber Tirta.

Terakhir, ia menambahkan, perihal data yang diduga fiktif itu ditarik dari orang, yang dimasukan fiktif. Terus dibagikan ke para senior dan sebagiannya disimpan, untuk dana taktis. Karena takut ada audit atau margine eror, alasannya sama seperti paska pengembalian yang 45 persen, di undangan rapat yang diadakan setiap ruangan dengan alasan kebijakan ruangan masing-masing.

Ungkap Tirta, tapi anehnya adanya penekanan paska rapat tersebut, jangan sampai ada pengaduan ke luar. 

"Karena, alasannya ini urusan internal kita. kalau mau atau ada yang keberatan bisa musyawarah saja," terangnya.

Akan tetapi, masih beber Tirta, tetap saja hak mereka yang dipungut entah untuk apa?awalnya hanya dikembalikan 45 persen saja, dari uang yang dipungut. 

"Sisanya kami duga dimainkan oleh oknum RSUD Cianjur, yang memanfaatkan situasi Covid-19 ini.  Kami siap bongkar kasus ini sampai tuntas," pungkas Ketua LSM Gagak Cianjur ini, kepada media.

Terpisah, sebelumnya Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Cianjur Drs H. Tresna Gumilar, didamping Sekertaris Dinas (Sekdis) Dinkes Cianjur, dr Irvan memaparkan, mengenai hal tersebut itu tidak benar. Ada konspirasi negatif antara Dinkes dengan RSUD Cianjur, adapun pencairan insentif bagi petugas kesehatan berdasarkan usulan dari Direktur RSUD Cianjur.

"Nah, itu diverifikasi oleh verifikator berdasarkan kasus mengacu kepada juklak dan juknis, pencairan anggaran langsung ke nomer rekening (Norek) yang bersangkutan," terangnya saat dihubungi langsung via WhatsApp (WA), pagi.

Masih papar Kadis Dinkes Cianjur, anggaran dan nominal insentif nakes untuk sumber bantuan daerah bukan pusat. Perhitungan insentif berdasarkan jumlah kasus positif, ODP, PDP yang dirawat di RSUD Cianjur, 

"Itu ada rumusannya yang mengacu dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes)," beber Tresna.

Ia menambahkan, walaupun diajukan 100 orang pun dari Rumah Sakit (RS) tetap saja dapatnya sesuai hasil perhitungan rumus. Dimana curangnya? dan, buat apa dinkes curang.

"Nah, saat hasil perhitungan pun secara transparan disaksikan dan didampingi oleh Inspektorat Daerah (Itda) Cianjur," terang Kadis Dinkes Cianjur dipertegas dr Irvan.

Sementara, lalu di lain pihak, Kepala Bagian (Kabag) Humas RSUD Kabupaten Cianjur, Nurholis menjelaskan, mengenai dana insentif  sudah ditransfer ke rekening masing-masing, itu langsung tanpa melalui nomor rekening (Norek) RSUD Cianjur.

"Tidak ada pemotongan, itu tidak benar. Dan, jumlah dan besaran sesuai dengan perhitungan beban kerja," singkatnya.

(mt/pen)