Polsek Naringgul bekuk tersangka SF,di duga larikan Gadis di bawah umur
Cari Berita

Advertisement

Polsek Naringgul bekuk tersangka SF,di duga larikan Gadis di bawah umur

January 26, 2020





NET 9 || CIANJUR - Polsek Naringgul, Cianjur berhasil meringkus pria berinisial SF (57), buronan sejak Tahun 2016 lalu selaku terduga pelaku pembawa lari SA (15) anak gadis dibawah umur, yang kala itu masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) kelas 2 dan berusia 11 Tahun.

"Tersangka sebenarnya berhasil kami ringkus pada Kamis Tanggal 23 Januari kemarin. Baru sekarang di ekspos itu karena kami harus melakukan pendalaman kasus ini," jelas Kapolsek Naringgul, IPTU Sumardi, Minggu (26/01/2020).

Berdasarkan LP/03/B/II/2016/PLD JBR/RES CJR/Sektor Naringgul tertanggal 23 Pebruari tahun 2016, maka sejak saat itu pula Polsek Naringgul terus mencari keberadaan pelaku. Namun SF sang pelaku selalu pindah pindah tempat sehingga menyulitkan untuk proses penangkapan.

"Barulah, diawal tahun 2020 ini, pelaku pulang kampung bersama korban yang ternyata dalam kondisi Hamil 9 bulan," terang Sumardi. 

Setelah mendapatkan informasi A1 dari warga masyarakat yang menyatakan bahwa, buronan SF ada berkeliaran di Desa Wangunjaya, Kecamatan Naringgul, langsung saja Kapolres dengan segera memerintahkan semua anak buahnya melakukan penangkapan. Dan berkat kerjasama yang baik dengan warga masyarakat, sang buronan pun berhasil dibekuk.

"harus gerak cepat, kami tidak mau kehilangan kembali DPO ini. Proses penangkapannya sendiri dipimpin oleh Kanit Serse Polsek Naringgul," Ujarnya.
Keronologis kejadian kasus ini terjadi pada hari Sabtu tanggal 20 Pebruari 2016 pukul 17.00 wib, Pelaku SF (57) menelpon orang tua SA dengan alasan  untuk memijat badan tersangka. Korban SA masih berumur 11 tahun dan masih duduk dibangk kelas 2 SD memang dikenal mempunyai keahlian memijat. Tanpa ada rasa curiga, kedua orang tuanya pun mengijinkan, karena sebelumnya, tersangka SF sudah 4 kali dipijat badannya ol h korban SA. Dan yang terakhir ini pelaku tidak mengembalikan korban, malah dibawa lari selama 5 tahun.

"Korban SA sering dibawa berpindah rumah oleh orang tuanya. Makanya walau berusia 11 tahun namun masih duduk di kelas 2 SD," ungkap Sumardi memaparkan.

Pelaku SF dijerat dengan Pasal 332 ayat (1) (2) KUHP yang menyatakan Barang siapa membawa pergi seorang perempuan yang belum dewasa tanpa dikendaki orang tuanya atau walinya diancam dengan pidana penjara maksimal 7 tahun paling lama 9 tahun.

"Saat ini korban yang didampingi oleh orang tuanya masih kita periksa untuk dimintai keterangannya," Pungkasnya.(Brdh)