Datangi PT MPI dan Yayasan DTS, Karang Taruna Cibatu Ajukan Tenagakerja
Cari Berita

Advertisement

Datangi PT MPI dan Yayasan DTS, Karang Taruna Cibatu Ajukan Tenagakerja

January 15, 2020


NET 9 | PURWAKARTA
Karang taruna dari dua desa yaitu desa Cibatu dan desa Karyamekar melakukan aksi unjuk rasa dan audensi ke perusahaan PT. Mathoteck Precision Indonesia (PT. MPI) dan Yayasan Dhamar Tiga Saudara (DTS) di pintu gerbang PT. MPI, jalan Sadang subang, pada Rabu (15/1/2020) 

Karang Taruna dari dua desa tersebut menuntut permasalahan tenagakerjaan, ia menginginkan kepada perusahaan 70 % dari warga setempat, serta untuk jasa security yang di kelola oleh yayasan DTS meminta 6 orang dari dua desa dipekerjakan sebagai security, tuntutan itu disampaikan kepada pihak PT. MPI dan Yayasan DTS.

Ketua Karang Taruna Cibatu, Devi mengungkapkan bahwa tuntutan kami selaku warga setempat dipekerjakan dengan persentase 70% warga setempat dan 30% luar dengan ketentuan 30% itu yang memiliki skill atau ahli.

"Untuk yayasan DTS kami meminta 6 orang dari warga dua desa dari total 9 orang yang dibutuhkan untuk security", ungkapnya.

Sementara, perwakilan pihak yayasan DTS, Marjuni Irchandy mengatakan bahwa pihak DTS saat ini hanya bisa menampung 4 warga dari dua Desa akan tetapi pihaknya juga akan mengupayakan terkait tenagakerjaan.

"Saat ini masih ada 4 orang yang dipekerjakan sebagai security di yayasan DTS dari dua Desa, akan tetapi kedepan akan di upayakan untuk menambah Personil security sesuai kebutuhan jika ada penambahan", ungkap Marjuni yang biasa disapa Arjun. 

Nanti, tambah Arjun, kami akan berkoordinasi dengan seluruh pihak, baik dari Karang Taruna, Muspika Cibatu untuk masalah perekrutan tenagakerjaan di PT. MPI.


"Bahwa ketika kita mengajukan suatu permohonan maka saya anggap sah sah saja namun demikian jika pemberi kebijakan dari atas di kabulkan atau tidaknya atas permohonan itu hak dari pada pemberi kebijakan", jelasnya.

Artinya, lanjut Arjun, ketika pimpinan saya sudah memberikan kebaikan 2 karya mekar 2 Cibatu itu sudah suatu yang sangat bijak menurut pandangan saya, karena itu win win solution 

Jika kita selaku pemohon tidak juga merasa puas maka si pemohon pun tidak bijak terhadap pemberi kebijakan. Mari kawan-kawan Karang Taruna Cibatu dan karya mekar dan saudara saudara saya di lingkungan kita saling legowo. Ucap Arjun.

"Kita jalin kembali tali silaturahmi dan sinergitas kita, kita berteman dan kehadiran pabrik MPI pun sangat banyak membawa berkah bagi lingkungan tentunya, karena bisa membuka lapangan pekerjaan, CSR jalan, dan banyak hal yang menguntungkan bagi masyarakat lingkungan kedepannya", katanya.

Pihaknya berharap agar warga dapat memahami terkait kondisi pabrik saat ini yang masih seumur jagung, perlu kita dukung, suport dan jadikan kebanggaan kita semua, dengan menjalin komunikasi yang baik dengan cara yang Arif dan bijak, agar bisa balance, investor menginvestasikan di lingkungan kita tidak sedikit biaya yang di keluarkan dengan harapan yang sama apa yang di harapkan kawan-kawan.

"Maka disinilah kita perlunya penyeimbang agar semua bisa berjalan baik dan kondusif sebagaimana harapan pemerintah pusat maupun daerah",tutur Arjun saat di wawancarai.

Arjun selaku perwakilan dari DTS mengucapkan maaf dan berterimakasih kepada pihak Polres, Polsek, camat, kepala desa dan warga lingkungan yang telah menjaga kondusifitas bersama dalam unjuk rasa. 

Ditempat yang sama perwakilan pihak PT. MPI, Tanti mengatakan bahwa kedepan terkait dengan ketenangkerjaan akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

"Ini merupakan pabrik baru di lingkungan ini, baru berjalan belum satu tahun dan masih ada site plan yang belum terbangun, nanti jika ada kebutuhan tenagakerjaan pasti kami akan berkoordinasi dengan teman-teman", jelasnya.

Saat diwawancarai, Camat Cibatu, Rustaman Arifin mengatakan kalau yang namanya pabrik baru berdiri itu harus bertahap, sampai sekarang sudah beberapa warga sekitar dari desa Karyamekar dan Desa Cibatu sudah bekerja.


"Kapasitas karang taruna harus sabar, nanti kita alokasikan, saya sebagai mustika camat di Cibatu, kami hanya menyarankan untuk kedepannya silakan kita koordinasi dengan semua pihak", katanya.

Sampai saat ini, Lanjut Rustaman, keputusannya 2-2 dari Cibatu 2 orang dari Karyamekar 2 orang, tapi warga masyarakat dengan atas nama karang taruna


"Terkait dengan ketenagakerjaan ini seperti apa yang bisa di bicarakan nanti kita koordinasi kedepannya yang penting pihak perusahaan dengan karang taruna masyarakat nanti kedepannya kita duduk bareng selama ini mungkin ada mis komunikasi dalam penyampaiannya kurang pas," jelasnya.

Hadir di aksi tersebut, selaku muspika kecamatan Cibatu yaitu, Camat Cibatu, Kapolsek Cibatu, dan Danramil Cibatu dan Waka Polres Purwakarta, Kompol Ijang.

Laporan : Teguh